Jumat, 12 Oktober 2012

Kita Vs Korupsi : siapa yang menang?




Pada kesempatan ini, saya kembali akan mereview sebuah film yang berjudul Kita Vs Korupsi.
Film ini merupakan besutan KPK yang diproduseri oleh pimpinan KPK sendiri. Film ini berbentuk omnibus, yaitu terbentuk dari beberapa cerita pendek yang disatukan membentuk sebuah tema. Masing-masing cerita memiliki substansi sama, yaitu korupsi namun dengan bentuk dan cerita yang berbeda-beda. Yang saya dengar dari beberapa sumber terpercaya, pemeran film ini tidak dibayar sama sekali, sekalipun mereka adalah artis-artis film kelas atas seperti Nicholas Saputra, Ringgo Agus Rahman, Tora Sudiro, dll.

Yang menarik dalam film ini adalah ceritanya yang mampu menyentuh semua kalangan, cerita pertama mengenai pejabat publik (Lurah) yang melakukan pembohongan publik dan menerima suap, lalu cerita kedua adalah tentang dua orang anak muda yang ingin kawin lari tetapi terhambat suatu hal yang menyebabkan mereka harus memilih memakai calo atau tidak, cerita ketiga menceritakan keadaan Indonesia tahun 80-90an dimana krisis melanda dan badai kemiskinan melanda begitu hebat, seorang penjaga gudang diiming-imingi dengan uang yang sangat banyak oleh seorang cukong yang ingin menimbun beras yang sejatinya akan dijual murah oleh pemerintah, cerita terakhir dalam film ini mengisahkan tentang 3 orang anak SMA, yang punya cara masing-masing untuk mendapatkan uang untuk memenuhi gaya hidupnya.

Baiklah, ketika anda memutuskan ingin menonton film ini, jangan berharap anda akan mendapat kesenangan setelah menonton film ini. Yang ada setelah menonton film ini, hati nurani anda akan terasa terkoyak, hancur lebur lalu porak-poranda. Disini saya tidak akan mereview satu-persatu kisah2nya, tapi saya akan berikan satu penilaian terhadap kisah terbaik menurut saya dalam film ini, yaitu kisah ketiga yang diperankan oleh Tora Sudiro. Dalam film ini, menurut saya Tora main bagus, sebuah ekspresi perang batin yang berkecamuk dalam dirinya begitu jelas tergambar dalam wajahnya. Sungguh kisah ini sangat menegangkan, terlebih ketika ia disodorkan berjuta-juta uang ketika sedang tidak punya uang dan anaknya yang masih kecil hampir mati karena sakit, namun dia dengan tegas menolaknya dan adegan ini membuat saya menitikan air mata. Sungguh

Dengan ini, saya sangat merekomendasikan film ini ditonton oleh semua kalangan, dimanapun tempatnya karena film ini dapat menggugah hati nurani, dan saya yakin film ini adalah media yang cukup efektif untuk menyampaikan pesan antikorupsi kepada setiap orang Indonesia yang ingin perubahan. Dan setelah menyaksikan film ini, kita dapat bertanya pada diri masing-masing "Kita Vs Korupsi : siapa yang menang?"


Read More..

Selasa, 03 Januari 2012

Kita harus bersikap apa?

Saat saya berkunjung ke blog Joko Anwar, saya menemukan sebuah tulisan menarik yang berdasar atas pengalaman pribadi beliau. Ini dia!

“Udah liat foto Miyabi pakai batik?” tanya teman saya Robbie sambil mengubek-ubek jejeran DVD bajakan di Kemang di rak yang diberi label lucu ‘new realise’.

“Belum. Kenapa?” tanya saya. Tadinya saya pikir dia akan protes karena menganggap Miyabi tidak layak memakai pakaian kebanggaan Indonesia, sebagaimana bintang film porno itu tidak layak main di film Indonesia yang dikenal sangat bermutu, membanggakan, dan diproyeksikan akan jadi ‘tuan rumah di negeri sendiri’ di tahun… mmm… 2030. Tapi kemudian saya teringat rak DVD film-film favorit Robbie di mana beberapa film Miyabi (salah satunya berjudul Female Ninja Rape Ninjutsu Notebook dan Immoral Teacher 2) berjejer dengan sombong bersama film-film Stanley Kubrick. (Stanley Kubrick beneran bukan Stanley Pubic)

“Ya bangga lah, dodol,” kata Robbie.

Besoknya ketika saya sedang tunggang langgang mempersiapkan sebuah syuting, Robbie mengirimkan foto lewat Blackberry Messenger. miyabipakaibatiq.jpg. Karena sedang sibuk, saya tidak membukanya. Tak lama dia mengirim pesan lewat Blackberry Messenger. “Kok nggak diterima fotonya?” tanya Robbie. Saya pun mematikan Blackberry dan menghapus Robbie dari contact list.

Tak lama kemudian, Robbie menelpon dan marah. Bukan karena saya menghapus namanya dari contact list, tapi karena saya terlihat tidak tertarik dengan kenyataan bahwa Miyabi pun memakai batik.

“Show some nationalism spirit, dong!” katanya.

Bagi sebagian orang Indonesia, rasa bangga akan kebangsaan memang bercampur dengan rasa rendah diri.

Tahun lalu pada tanggal 17 Agustus, saya diundang oleh sebuah stasiun TV swasta sebagai pembicara di acara yang berjudul “Film dan Nasionalisme.” Di acara itu diputar sebuah klip yang menampilkan seorang laki-laki bule menjadi dalang dan seorang perempuan Jepang menari Jawa.

“Wah, bangga ya orang luar tertarik dengan kesenian kita,” kata pembawa acaranya. “Bagaimana, Mas Joko? Bangga dong, ya?”

“Nggak,” jawab saya. Dari mulai awal acara saya memang sudah merasa tidak nyaman berada di acara di mana para pembicaranya sibuk menunjukkan rasa ‘nasionalisme’ mereka. “Kenapa kita harus merasa bangga? Apa karena kita menganggap bangsa lain lebih tinggi dari kita sehingga kalau mereka mau memainkan kesenian Indonesia kita mesti bersyukur?”

Saya bersyukur karena itu adalah siaran langsung sehingga komentar saya tidak akan diedit. “Kalau itu kasusnya, berarti kita semua menderita inferiority complex,” tambah saya.

Bulan Desember lalu, twitter ramai dengan komentar orang-orang tentang Bono dari U2 yang konser dengan memakai batik. Yeah, dan orang-orang Amerika menggelinjang setiap detik mereka melihat orang Indonesia memakai celana jins.

Bulan lalu, sebuah stasiun radio membahas film-film luar yang menyebut salah satu tempat di Indonesia di dialognya. Memang kalau nonton di bioskop, setiap kali nama Indonesia atau nama-nama kota di Indonesia disebut di sebuah film, saya bisa mendengar orang bergumam kagum.

Saat band Temper Trap lagunya yang berjudul Sweet Disposition dipakai untuk film 500 Days of Summer, orang-orang juga memuji vokalisnya yang katanya orang Indonesia. “Waaah… hebat ya orang Indonesia bisa gitu…”

Mungkin karena gampangnya sebagian orang Indonesia dibuat senang dengan hal-hal yang berbau ‘nasionalisme’, banyak orang yang membuatnya sebagai strategi dagang. ‘Film Indonesia pertama yang bla… bla… bla…’, ‘Karya asli anak bangsa’ (bapak ibunya nggak pernah disebut). Soal karyanya ternyata crappy, itu masalah lain.

Beberapa waktu lalu, saya pulang kampung dan bertemu dengan paman saya yang kebetulan menonton saya di TV tanggal 17 Agustus tahun lalu. Dia bertanya kenapa saya sampai berbicara seperti itu.

“Bagi saya, nasionalisme sekarang bukan sekedar marah kalau ikon budaya kita yang diberikan oleh nenek moyang jaman dahulu kala diaku-akuin oleh orang luar, dan bangga kalau orang luar tertarik sama kesenian kita. Nasionalisme seharusnya rasa percaya diri bahwa kita memiliki kemampuan yang sama dengan orang manapun di dunia,” jawab saya.

“Orang Indonesia masih butuh pengakuan, “ kata paman saya. “Negeri besar penduduk banyak tapi belum banyak prestasinya. Daftar buruknya banyak. Biarin aja lah dulu, dimulai dengan hal-hal yang kamu benci tadi itu. Jangan dikecilkan hati mereka. Kasian.”

Tak lama kemudian, saya menelpon teman saya Robbie dan memintanya untuk mengirim foto Miyabi pakai batik lagi. Read More..

Represi oleh siapa?

Saya adalah bagian dari generasi gegar budaya. Setiap hari saya menonton film Amerika, ingin jadi seperti pembuat film dari Korea, percaya bahwa dialek Skotlandia adalah dialek terseksi di dunia, dan selalu menutup hari dengan masturbasi sambil nonton film porno dari Jepang. Sementara itu, film yang akan saya buat adalah film tentang wayang Jawa.

Saya adalah bagian dari generasi berpikiran dangkal. Kalau generasi di atas saya diberkati dengan kata-kata bijaksana dari para pemikir dunia -Ranciere, Badiou, Agamben, Zizek, dan sebagainya- saya adalah bagian dari generasi yang lebih suka mengadopsi kata-kata petuah dari twitter, dari dialog-dialog yang diucapkan karakter-karakter sitcom yang mungkin ditulis oleh orang-orang yang mungkin tidak bisa mempertanggungjawabkan hidup mereka sendiri.

Saya adalah bagian dari generasi bingung. Bukan karena sering dicap tidak ingat akan akar budaya sendiri, atau kenapa saya lebih tertarik pada sampah ketimbang seni. Tapi kenapa dunia seperti berjalan mundur. Kenapa dunia semakin lama semakin mendekat ke konservatisme, fanatisme agama, ras, geografi. Kenapa orang-orang semakin tidak bisa menerima perbedaan. Kenapa para pejabat dan wakil rakyat kebanyakan diisi oleh para the has-beens, the wash-outs, dan mereka yang mengikuti arah dari mana datangnya uang. Kenapa negara tidak dijalankan oleh negarawan melainkan oleh produk dari hasil tawar menawar politik.

Kita tidak lahir sebagai makhluk yang bertanya. Kita lahir sebagai binatang yang menerima apa saja yang dilakukan kepada kita. Kita mulai jadi manusia ketika kita mulai bertanya. Yang membuat kita bisa bertanya adalah saat kita mulai bisa memproses informasi. Semakin banyak informasi, semakin banyak pertanyaan yang dihasilkan oleh otak. Pengajaran nilai-nilai tradisi dan agama sering tidak memberikan jawaban, hanya perban sementara. Lebih buruk lagi, pengajaran nilai-nilai tradisi dan agama sering memberikan janji-janji yang menggiurkan hanya jika kita mau berhenti bertanya. Jika kita kembali menjadi binatang.

Di luar strata yang terlihat permanen dan seperti selalu berputar kembali ke titik nol ini, berdiri lah seni.

Saya ingat pada tahun 1997, saat hidup saya diselamatkan oleh musik dan tulisan orang-orang yang gelisah. Karya-karya mereka tidak memberikan jawaban, tapi menghancurkan tembok yang memisahkan saya dari kebebasan untuk berpikir. Informasi memberikan saya pilihan, seni mengaktifkan otak saya untuk bisa membuat pilihan-pilihan dengan lebih sadar. Atau bahkan membantu saya menemukan pertanyaan yang benar.

Seni yang berguna adalah seni yang jujur. Dan jika seni itu jujur, dia tidak akan mencoba menggantikan posisi agama dan nilai-nilai tradisi dengan memberikan jawaban sederhana. Jika seni itu jujur, dia tidak akan berkontribusi pada kesempitan pikiran yang menjadi masalah dunia, yang jadi masalah terbesar negara kita pada saat ini. Jika seni itu jujur, dia akan memberikan yang dibutuhkan dunia: alat pendobrak kesempitan pikiran yang selalu berusaha mendorong batas nilai-nilai.

Indonesia masih dipenuhi orang-orang yang lebih suka diberikan konfirmasi bahwa apa yang selama ini diajarkan kepada mereka adalah kebenaran mutlak. Sehingga banyak para oportunis yang mencari nafkah dengan mengatasnamakan seni menjual relijiusitas murahan dan nasionalisme sempit. Ini hanya membuat masyarakat semakin malas berpikir, dan inovasi-inovasi yang membuat hidup lebih baik akan semakin jarang muncul dari orang-orang Indonesia.

Ini adalah anti-seni yang membuat pikiran rakyat semakin sempit, semakin tidak bisa menerima perbedaan. Yang akan tetap mendorong timbulnya bentrokan-bentrokan.

Kemudahan dan fasilitas yang ditawarkan oleh kemajuan teknologi telah membuat munculnya lebih banyak seniman dan pemikir. Saat ini, semua orang bisa menjadi seniman. Seni lukis, fotografi dan sinematografi, tulisan, musik, dan lagu. Semua orang bisa dengan gampang mempublikasikan karya mereka.

Saya beruntung lahir sebagai generasi yang mengalami dua fase di negeri ini. Saya sudah bisa berpikir saat pemerintah masih represif terhadap kebebasan menyiarkan dan mendapatkan informasi serta berekspresi dalam seni. Saat ini, saya tidak percaya bahwa represi pemerintah masih merupakan hambatan dalam berekspresi. Internet telah membuat ini mungkin dilakukan dengan cara mengadopsi anonimitas.

Represi yang kini ada, justru adalah represi oleh rakyat. Rakyat yang masih berpikiran sempit yang disebabkan oleh pengajaran agama yang tidak tepat dan nasionalisme sempit yang ditanamkan oleh pemerintah terdahulu dan para seniman anti-seni. Karena pemerintahan saat ini bukan lah pemerintahan memiliki kapabilitas, mereka cenderung bersifat reaktif. Mereka akan ikut represif jika rakyat represif untuk menjadi populer.

Melawan represi yang dilakukan rakyat sendiri lebih sulit ketimbang melawan represi yang dilakukan adalah pemerintah karena perlawanan tidak bisa dilakukan seperti melawan musuh. Salah satu cara berekspresi seni di kondisi ini adalah menyamarkan statement dalam bentuk karya yang lebih populis. Entertainment with a mission. Tentu saja orang yang mau berekspresi secara lebih eksplisit juga dibutuhkan karena keduanya sama-sama mendorong batas sampai akhirnya kebebasan berpikir tidak lagi jadi sesuatu yang dianggap berbahaya.

Seni dan informasi adalah rekanan yang paling bertanggung jawab untuk percepatan kemampuan untuk berpikir terbuka. Saat ini, seniman dan penyiar informasi mau tidak mau harus bisa menjadi aktivis untuk perubahan ini. Tentu saja kita tidak bisa menghakimi mereka yang lebih nyaman berekspresi dengan membuat keberjarakan dengan rakyat kebanyakan. Tapi yang paling dibutuhkan saat ini adalah merangkul rakyat dan secara menyenangkan membuka pikiran mereka.

(Dibacakan sebagai orasi budaya pada HUT Aliansi Jurnalis Independen (AJI), 8 Juli 2011)
Disadur dari SINI
Read More..

Senin, 02 Januari 2012

Ayo "Nglakson" untuk lalu lintas yang lebih baik

Sebenarnya ide tulisan ini sudah lama ada di otak saya, tapi karena tumor malas saya sering kambuh ya jadi baru sekarang ditulis.

Saya sering bingung sekaligus gondok melihat angkutan-angkutan umum yang berseliweran sering berhenti di sembarang tempat seenak jidat!tapi yang saya perhatikan adalah reaksi-reaksi orang-orang yang dibelakangnya.
Ada yang kesel, marah, diem aja, dll. Kalo saya pribadi sih lebih sering keselnya!!!

Kejadian seperti diatas sudah sangat-sangat-sangat-sangat sering saya alami dan sepertinya akan terus saya alami selama kaki ini menyentuh jalanan dan selama bumi masih berputar di porosnya. Saya adalah tipe orang yang sangat menghargai waktu, karena itu dalam benak saya selalu berkeinginan untuk membasmi kecoa-kecoa jalanan itu, atau minimal bikin mereka gak gitu lagi.

Tapi saya tahu bahwa keinginan tersebut akan menjadi asap sate yang terbang habis begitu saja kalau saya sendiri yang menginginkannya. Untuk itu saya punya solusi sederhana, coba pikirkan berapa uang negara yang habis menguap di jalan setiap paginya akibat kemacetan yang ditimbulkan oleh angkutan-angkutan biadab yang suka berheti seenak jidat itu?!banyak, coy!

Coba pikirkan, berapa banyak tenaga yang harus anda keluarkan apabila anda menahan amarah, menahan kopling, rem dan beratnya motor gede anda dibandingkan sekedar menekan tombol klakson yang empuk dan nyaman ditekan itu?ya!"Nglakson" adalah solusi efektif untuk mengatasi kecoa jalanan.
Dengan menekan tombol klakson secara bersamaan sekaligus minimal akan membuat supir angkot pusing. Dan yang paling parah dapat mengakibatkan kejang-kejang seperti yang pernah saya lihat.

Mungkin saya sok tahu, tapi saya sudah 20 tahun hidup di Indonesia dan bisa menyimpulkan bahwa kultur orang Indonesia itu baru mau jalan kalau ditabuh gong!artinya itu orang baru mau jalan kalo disuruh.
Hal seperti itulah yang mendasari saya untuk menciptakan artikel bodoh ini. Jadi intinya kita bisa sama-sama bikin jalanan jadi lebih lancar, tertib,  aman, sentosa dan sejahtera cuma dengan "Nglakson".Segampang itu?ya Iya lah!coba aja!

Sekian Read More..

Minggu, 01 Januari 2012

The Postcards From The Zoo, film baru Nicholas Saputra

Ladya Cheryl




Nicholas Saputra

Satu lagi film Indonesia berkualitas yang bakal berkompetisi di ajang internasional. Adalah “Postcards from the Zoo” sebuah film yang dibintangi oleh Nicholas Saputra dan Ladya Cheryl yang akan berkompetisi di 62nd Berlin International Film Festival di bulan Februari tahun 2012 mendatang. Film yang judul berbahasa indonesianya disebut “Kebun Binatang” ini ditulis dan disutradarai oleh Edwin. Untuk penulisan, Edwin dibantu oleh penulis skrip kondang, Titien Wattimena.



Sinopsis

Ingatan Lana dimulai 20 tahun yang lalu, ketika sang ayah meninggalkan dirinya sendirian di sebuah kebun binatang. Iapun diasuh oleh seorang pelatih jerapah dan akhirnya hidup di kebun binatang tersebut, menikmati suara langkah kaki Kudanil, kepakkan telinga gajah, dan suara aneh jerapah. Lana tumbuh menjadi anak yang penuh kebahagiaan, sehingga akhirnya mampu melupakan sang ayah.

Suatu hari, seorang koboy datang ke kebun binatang tersebut. Lana langsung jatuh cinta padanya. Ia pun kemudian menjadi asisten koboy tersebut dan membantunya tampil dalam atraksi sulap. Kota tempat mereka tinggal menyukai mereka dan akhirnya keduanya memiliki acara TV sendiri. Suatu hari, si koboy melakukan sulap yang melibatkan api. Seiring dengan hilangnya api, si koboy pun menghilang.

Dengan menghilangnya si koboy, sang boss yang mengurusi Lana pun menjualnya ke Planet Spa. Lana tak lagi bahagia. Ia terus merindukan si koboy dan kebun binatang. Lana kini bekerja sebagai tukang pijat plus plus. Pelanggannya sangat suka dengan kisah-kisah kebun binatang yang ia ceritakan. Seorang bodyguard albino di tempat tersebut jatuh cinta pada Lana. Ia pun kemudian membakar Planet Spa untuk melindunginya. Kini Lana berhasil kembali ke kebun binatang, tapi dia tak menemukan siapapun disana. Ia kembali berdiri sendirian di kebun binatang.

Preview majalah Cobra

Kebun binatang. Koboi dan gadis Indian. Sulap. Pijat plus-plus. Interaksi. Jenjang leher jerapah. Pergi. Hasrat. Keramaian. Datang. Perjalanan. Daun telinga gajah. Hening. Perubahan. Sutradara Edwin memindahkan asing-asing dan kedekatan-kedekatan pada kita– pada manusia—dengan cara yang sebebas intuisinya, dan tak mudah diterka. Gambar, musik, dialog adalah komposisi irama tenang dan mencong pada cerita yang sederhana: Seorang gadis yang sejak kecil hidup di kebun binatang yang suatu saat harus pergi meninggalkan tempat itu, berkelana bersama seorang pesulap berkostum koboi, hingga mendarat di tempat spa plus. Wajar dan sureal. Dan sangat indah.

Setelah film panjang pertamanya “Babi Buta Yang Ingin Terbang”, juga karya pendek terbaru “Roller Coaster” yang mengabarkan rasa ajaib bagi pria dan wanita yang telah lama bersahabat saling melucuti pakaian dan akan bugil saling berhadapan (karya ini disertakan dalam film omnibus Belkibolang bersama karya delapan sutradara lain; kesemuanya bertema besar Jakarta di waktu malam dan dimainkan oleh dua pemeran utama), kini Edwin kembali datang dengan detail visual kisah-kisah dan kekuatan intuisi (yang dilengkapi dukungan teknis yang bagus), yang semakin sulit tampak pada cara produksi film lokal hari ini. Melewati karya-karyanya (yang durasi pendek pun panjang) diputar di puluhan negara, mendapat respon positif dari media-media internasional, dan namanya tertera di atlas sutradara dunia, bisa jadi Edwin serupa Garin Nugroho muda yang punya tiga jenis tato Iggy Pop (dalam berbagai model potongan otot), senang melukis gerak gerik satwa, dan bisa mengeluarkan koin emas dari vagina. Postcard From The Zoo yang menawan akan datang mengabarkannya.

Cast & Crew

Cast: Ladya Cheryl, Nicolas Saputra, Adjie Nur Ahmad, Klarysa Aurelia Raditya, Dave Lumenta, Abizars, Iwan Gunawan, Nitta Nazyra C. Noer, Heidy Trisiana Triswan.
Directed & Written by: Edwin.
Producer: Meiske Taursia.
Co-writers: Daud Sumolang, Titien Wattimena.
Director of Photography: Sidi Saleh.
Editor: Herman Kumala Panca.
Art Director: Bayu Christianto, Kurniawansyah Putra.
Art Supervisor: Eros Eflin.
Scoring Music: Dave Lumenta.
Make Up: Eba Sheba.
Casting: Nanda Giri.
Costume Designer: Aulia Yogyanti.


SEMOGA SEGERA TAYANG DI 2012!!!!


UPDATE!!!!

Film Nicholas Saputra, Postcard From Zoo Akan Tayang Di Berlinale Film Festival 2012



Film Indonesia kembali berprestasi.

Salah satu festival film bergengsi dunia, festival film Berlin, telah mengumumkan daftar film-film yang akan ikut kompetisi dalam festival film yang diadakan ke 62 kalinya ini.

Ada lima film yang ikut kompetisi kali ini dan salah satunya adalah wakil dari Indonesia, film Postcard From Zoo, yang disutradarai oleh Edwin dari Babi Buta Film.

Postcard From Zoo dibintangi oleh Ladya Cheryl ( Ada Apa Dengan Cinta, Fiksi) dan Nicholas Saputra ( Ada Apa Dengan Cinta, Gie).

Selain Postcard From Zoo, film lain yang ikut kompetisi adalah film produksi Spanyol, Republik Rakyat Cina, Hongkong/Cina, Filipina, Inggris Raya, Jerman, Amerika Serikat dan Perancis.

Berlinale Film Festival ke 62 akan diselenggarakan mulai tanggal 9-19 Februari 2012 nanti. 


SUMBER : Disini
Read More..

Selasa, 27 Desember 2011

Cara alternatif nonton film trilogi ala gue

 


Poster-poster diatas hanyalah sebagian kecil dari ratusan atau bahkan ribuan film yang dibuat berseri menjadi 3 bagian atau trilogi. Yang akan saya bahas kali ini adalah cara abnormal menonton film trilogi.

Normalnya, orang akan mulai dari film pertama, berlanjut ke film ke-2 dan ke-3. Tapi cara ini kelo menurut sya sih udah biasa, sekali-kali coba deh nonton dari urutan ke-3, ke-2, ke-1 atau acak-acakan sesuai selera elu.

Ada beberapa keuntungan dan kerugian akibat cara yang abnormal ini, tanpa saya bermaksud sombong. Untuk pemula, cara ini sungguh menyiksa, karena idealnya orang menonton itu untuk berekreasi, refreshing dan segala hal menyenangkan lainnya, dengan cara abnormal seperti ini, "fun factor" yang ada dalam sebuah film akan hilang karena anda akan selalu sibuk berpikir mengenai cerita film yang anda tonton.

Namanya keseimbangan, kalo ada kerugian pasti ada keuntungan dong, cara abnormal ini bisa menghilangkan jenuh bagi anda yang sudah bosen dengan film-film yang alurnya begitu melulu. Buat saya, cara abnormal ini menciptakan sensasi tersendiri dalam menonton, dan juga cara ini bisa mengasah logika kita untuk berpikir terbalik dan bertali-temali.Sekian
Read More..

Foto-foto Indonesia di majalah "LIFE" taun 1950

Saya tahu sebagian dari anda berpikir bahwa "ini hanya artikel copas". Memang, tapi sungguh dalam jiwa saya yang paling suci dan dalam merasa perlu mengarsip artikel ini.
Karena apa?karena saya orang Indonesia dan saya bangga akan itu...let's see

Indonesia, Sebuah negara baru telah muncul di katulistiwa, begitu kalimat pertama dari 14 halaman tentang berita dan foto-foto Indonesia. majalah LIFE menyebut negara ini sebagai Jamrud Katulistiwa, negara yang mengagumkan, indah tiada tara, dan subur. berikut penggalan kalimat dalam majalah tersebut lengkap dengan foto-foto.



Sebenarnya sebelum kemerdekaan pun Indonesia pernah dimuat dalam majalah LIFE, setidaknya dua kali, edisi 7 Desember 1936 yang memuat tentang Pakubuwono X, Raja Surakarta dan edisi 25 Januari 1937, saat Gusti Nurul, putri Mangkunegoro VII Surakarta, menarikan tari serimpi di Belanda saat pernikahan Putri Juliana dan pangeran Bernhard. Dan edisi tahun 1946 saat terjadi Revolusi besar-besaran di Jawa melawan Belanda.






Tampak Soekarno, Presiden Republik Indonesia dan Fatmawati "Sang Istri" bersama 2 anak mereka
wow, Ibu Fatmawati Indonesia banget








Di dalam artikel ini disebutkan bahwa Indonesia dikenal sebagai "zamrud yang memanjang di katulistiwa", "kebanggaan Belanda selama 350 tahun". Terlihat foto seoarng prajurit Keraton Yogyakarta membawa tombak di belakang mobil Amerika milik Sultan Yogya






Majalah Life menggunakan istilah "The Unites States of Indonesia" sebagai konsekuensi perjanjian KMB dimana Indonesia berbentuk federasi. foto memperlihatkan kampung air di Sungai Musi dan rumah tradisional dari bali






Peta di atas menunjukkan Papua masih di tangan Belanda. Rumah Gadang di Sumatra (kanan atas), disebutkan bahwa menurut cerita rakyat Sumatra pada abad 16, seorang pangeran Sumatra melawan musuh dari Jawa, Sang Pangeran lebih memilih untuk tanding banteng, kemudian menang, alhasil rumah rumah dibentuk meruncing untuk memperingati peristiwa tanding banteng tersebut (ga tahu cerita aslinya gimana). Kiri bawah memperlihatkan masjid di Sumatra. Kanan bawah memperlihatkan patung Buddha di Borobodur (jaman segitu kepalanya masih pada nyatu ama badannya, sebelum pada dicuri)






Keunikan kehidupan di Indonesia, disebutkan bahwa kehidupan di Indonesia berjalan lambat, namun justru karena itu tercipta maha karya seni. Saat jaman kolonial, air dan tanah cukup untuk menghidupi semua, namun perang menghancurkan banyak area persawahan. Kiri atas menunjukkan wanita Bali berbelanja (perhatikan 'penutup' badannya). kanan atas memperlihatkan perempuan 16 tahun sedang membatik, kiri bawah tentang seorang pria yang bekerja di tambang minyak, kanan bawah menunjukkan pengrajin kayu dari Jepara yang terkenal dengan ukirannya.





Seorang Nelayan Jawa menaiki perahu dengan peci, atribut khas bagi orang Islam Indonesia.





Indonesia: Tanah kaya Payung dan Mangga
Foto kanan atas: wanita semarang dengan kebaya dan sarung batik yang indah berjalan di bawah payung bambu telanjang kaki
Foto kanan bawah: penjual minuman sirup buah di Semarang
Kiri bawah: panen padi di Jepara









Atas : jalan setapak menuju rembang, nampak para petani membawa hasil pertanian dan terlihat pula pohon kapok
Kanan bawah : perahu nelayan di rembang yang diberi warna-warna yang tak lain hanya untuk memenuhi hasrat seni masyarakat Jawa






Atas : penari Bali menarikan tarian yang diambil dari kisah Ramayana, banyak dari tarian Indonesia yang diambil dari kisah Hindu tersebut
Tengah : Tarian Istana untuk Sang Susuhunan Surakarta yang masih muda, tema tariannya "menciptakan kesejahteraan"
Bawah : Seorang kerabat Susuhunan Surakarta menarikan tarian dengan berperan sebagai raja jahat diambil dari kisah Mahabarata






Tarian di Indonesia Anggun dan Unik, tarian di Bali dibandingkan Jawa lebih dinamis dan cenderung menampilkan "kesurupan" roh jahat sementara tarian di jawa lebih lembut dan lebih formal. Kedua macam tarian diiringi musik gong yang indah dan para penarinya mengenakan kostum keemasan

Kiri atas dan bawah : tarian di Bali dimana penarinya terhiopnotis untuk bertarung dengan roh jahat
Kanan : Putri Istana surakarta menarikan tari Serimpi, sebuah mahakarya seni








Atas : aktivitas persawahan di Pendang (mungkin maksudnya padang kali ya) Sumatra
Kiri bawah : para pekerja membawa bahan untuk membangun candi di Bali
Kanan bawah : wanita dan anak anak mandi di sebuah kanal di samping jalanan padat






Atas : perkebunan teh dan kina di bandung. teh pertama kali diperkenalkan Belanda di indonesia tahun 1832, sbelum perang, Indonesia menghasilkan 18% total teh dunia, karena perang menurun menjadi 4,5%
Kiri bawah : wanita dan anak anak mandi di sebuah kanal di samping jalanan padat, air yang dipakai bercampur dengan air bekas cucian, air minum diambil dari sumur
Kanan bawah : wanita Bali membawa pot tanah liat untuk dijual di Klungkung , ibukota tua Bali







Generasi muda harapan bangsa. Indonesia berhasil meraih kemerdekaannya setelah berjuang. walalupun mayoritas muslim, pendiri bangsa tidak mencantumkan nama "muhammad" dalam konstitusinya.
Tampak dari kiri :
Muhammad hatta : Perdana Menteri, negosiator kemerdekaan dan merangkap menteri luar negeri
Sultan Jogja : Menteri pertahanan umur 37 tahun, memimpin pasukan anti Belanda
Anak Agung : Menteri Dalam Negeri, raja Bali berumur 30 tahun yang memperjuangkan federalisme dalam pemerintahan baru
Sutan Sjahrir : Negarawan umur 40 tahun yang dibuang oleh Belanda, dia tidak memiliki kantor namun pengaruhnya sangat luas.
Sumpah demi apapun, foto diatas keren dan artistik banget menurut saya






Seorang pangeran yang dulunya berasal dari kasta berkuasa menengok ke dalam Isatan Yogyakarta dimana para negarawan sedang bekerja membuat undang-undang.



Sumber : Disini
Read More..

Minggu, 18 Desember 2011

Karakter penonton bioskop

mungkin ini artikel yang gak penting, atau ada karakter lo di salah satu poin dibawah?tapi yang jelas baca aja. Poin-poin dibawah ini berasal dari film yang udah berpuluh-puluh kali gua tonton, tidak lain tidak bukan adalah Janji Joni.
FYI, gua udah membuktikan sendiri bahwa semua poin dibawah ini adalah benar

1. Penonton cari perhatian (kalo gua pribadi, lebih seneng nyebutnya penonton alay)
2. Penonton Piknik (gua pernah ketemu penonton yang nonton sambil makan nasi goreng)
3. Penonton pacaran (yang ini penonton sampah, cuma bisa nikmati suasana. Gak bisa menikmati film)
4. Penonton pembajak (handycam selalu berada di tangannya )
5. Penonton spoiler (penonton yang seperti ini lebih baik dijauhi, karena bisa membuat anda mual-mual)
6. Kritikus film (yang ini speechless deh)
7. Penonton ponsel (penonton paling ganggu, laporin aja langsung ke satpam atau densus 88 sekalian)
8. Penonton tidur (penonton yang kayak begini yang paling gua suka)
9. Penonton telmi (orang yang kayak begini bisa bikin lo gak tenang karena dia kayak wartawan gosip)
10. Penonton perfecsionis (gua gak tau ini sebenernya perfeksionis atau gak waras)
Read More..

Selasa, 13 Desember 2011

The Raid : film Indonesia yang digarap Hollywood


Sinopsis :
Sekelompok tim SWAT yang tiba di sebuah blok apartemen kumuh dengan misi menangkap pemiliknya – seorang raja bandar narkotik bernama Tama. Blok ini tidak pernah digerebek atau pun tersentuh oleh Polisi sebelumnya. Sebagai tempat yang tidak dijangkau oleh pihak berwajib, gedung tersebut menjadi tempat berlindung para pembunuh, anggota geng, pemerkosa, dan pencuri yang mencari tempat tinggal aman. Mulai bertindak di pagi buta, kelompok SWAT diam-diam merambah ke dalam gedung dan mengendalikan setiap lantai yang mereka naiki dengan mantap. Tetapi ketika mereka terlihat oleh pengintai, penyerangan mereka terbongkar. Dari penthouse suite-nya, Tama
memerintahkan untuk mengunci gedung apartemen dengan memadamkan
lampu dan menutup semua jalan keluar. Terjebak di lantai 6 tanpa komunikasi dan diserang oleh penghuni apartemen yang diperintahkan oleh Tama, tim SWAT harus berjuang melewati setiap lantai dan setiap ruangan untuk menyelesaikan misi mereka dan bertahan hidup.

Ini dia trailernya :


Attention!!!

* The Raid terpilih sebagai Film Terbaik 2011 versi Majalah Tempo! (Desember 2011)

* Setelah tayang di penutupan INAFFF, The Raid akan screening terbatas di Jogja-Netpac Asian Film Festival pada 16 Desember 2011 pk.16.00 dan pk.19.00 di Empire XXI Yogyakarta

* Jadwal tayang regular The Raid di bulan Januari 2012 kemungkinan ditunda hingga Maret/April 2012 (tentative/unconfirmed)

* The Raid akan diremake/dibuat ulang oleh Screen Gems (Resident Evil: Apocalypse, Underworld: Evolution, Underworld: Rise of The Lycans, Quarantine, Dear John & Priest) dengan Gareth Evans sebagai Eksekutif Produser
    


* Rangga Maya Evans (Executive Producer), Ario Sagantoro (Producer), Yayan Ruhian (Mad Dog) berfoto bersama Mike Shinoda & Joe Hahn (Linkin Park) menjelang konser di GBK, Rabu 21 September sore.

* Belum juga The Raid tayang di Indonesia, filmnya sedang dalam tahap negosiasi untuk dibuat ulang (remake) ke versi Hollywood oleh perusahaan film Screen Gems yang telah memproduksi banyak film. Diantaranya Priest, Burlesque, Hostel Part II, Resident Evil: Apocalypse & Underworld: Evolution.

* Setelah sukses di Toronto, The Raid diputar sekaligus mengikuti seleksi di kategori Panorama Official Fantastic Section - Caza Asia di Sitgest International Film Festival ke 44 yang berlangsung di Spanyol tgl.6-16 Oktober 2011. Bersaing dgn 8 film dari negara lainnya. Juga di kategori Midnight Passion di Busan International Film Festival - Korea yang berlangsung dari tgl.6-14 Oktober 2011 dan bersaing dengan 14 film dari berbagai negara lainnya. Dan Hong Kong Asian Film Festival yang berlangsung 18 Oktober - 18 November 2011 di kategori Midnite Craze. Selain itu juga diputar di Doha Tribeca Film Festival 25-29 Oktober 2011, Torino Film Festival di Italia 28-30 November 2011 & 1 Desember 2011 serta Sundance Film Festival di awal 2012 dgn musik scoring Mike Shinoda (Linkin Park) & Joe Trapanese (Fast Five, Tron Legacy).

* The Raid memenangkan penghargaan 'Cadillac People's Choice Award' di ajang Midnight Madness Toronto International Film Festival yang berlangsung dari tgl.8-18 September 2011.

* Menurut produser Ario Sagantoro, semula judul yang akan dipakai untuk peredaran di Indonesia adalah Serbuan Maut. Namun setelah dipertimbangkan akhirnya tetap memakai judul THE RAID, seperti rilis internasional nya.

* Dan untuk versi internasional yang akan beredar worldwide tahun depan, music scoring akan ditangani Mike Shinoda (Linkin Park) & Joe Trapanase (composer Fast Five, Tron Legacy & Dexter Series)!





Read More..

Rabu, 23 November 2011

Wisnu Suryapratama bicara tentang Sang Penari

setelah mengumpulkan energi sekarang saya akan mulai bikin titwit tentang Sang Penari. sebelumnya terimakasih untuk Ifa Isfansyah atas filmnya.

1. ini film yg bagus. sebelum film ini tayang di bioskop ada sekelompok orang yang ribut kenapa judulnya Sang Penari kenapa bkn Ronggeng dll.

2. Judul Sang Penari sangat kuat karena emosi Srintil dan impiannya menari dalam konteks yg luas.

3. ambisi Srintil adalah ingin joget, menari… meluapkan emosinya dalam gerak tari. ini terlihat semakin kuat hingga ending yang dia tetap menari.

4. ada yg berkata Prisia Nasution gagal memerankan Srintil, casting ini dianggap gagal krn Prisia seperti orang Jepang yang dibikin item ditaruh di Jawa

5. pernyataan ini sah-sah saja, tp buat saya ini menunjukkan ke sok tahuan dia tentang bagaimana tampang orang Jawa. Prisia sangat pantas memainkan Srintil.

6. lalu dia bandingkan dengan Srintil di novel yg menurut dia memiliki ruh ronggeng dan penghayatan sebagai ronggeng.

7. ini kembali dia tak mengerti bahwa Srintil adlh ronggeng anyar, bukan penari berpengalaman yang jago menari.

8. tp Srintil punya passion yang kuat utk menari. tahapan dari rasa canggung di awal berubah jadi semakin menjiwai tarian bertahap sampai ending.

9. Emosi Srintil adlh emosi remaja, yang ambisius dan meledak-ledak. yang lalu jadi matang oleh hantaman trauma.

10. selain itu dia membawa beban dosa org tua yg telah meracuni warga Dukuh Paruk dan membunuh ronggeng dengan tempe bongkrek.

11. Srintil ini ababil lah di jamannya. yang butuh eksis. caranya lewat ronggeng, dan menari adalah ekstase pelepas segala kemalangan.

12. pun ketika Srintil berhasil jadi ronggeng dia terpaksa harus melayani nafsu bejat banyak lelaki bajingan *jiyaaaahhh*

13. segala hantaman kemalangan ini yang perlahan terlihat dari bagaimana Srintil menari. cermati perubahan dari pertama dia menari hingga akhir.

14.ketika dia menari di ending itulah tarian paling cantik di film Sang Penari. cuma berdua dengan Sakum. itulah tarian paling tulus dari Srintil.

15. tarian di ending adalah pelepasan semua beban Srintil. tak terikat dengan semua beban termasuk Rasus. dia telah merdeka. tariannya pun merdeka.

16. Prisia sangat berhasil menjiwai tahapan hidup Srintil. tak ada yang lebih pantas untuk jadi Srintil selain dia.

17. yang palig hebat kawan pengkritik Sang Penari bilang betapa cerobohnya ada antena tv bocor di salah satu shot. darimana anda tahu itu antena tv?

18. diseluruh pelosok Jawa itu kebanyakan orang menaruh bambu tinggi di rumahnya. bambu itu fungsinya macam-macam. bisa untuk naikin kandang burung dll

19. dan kalaupun itu dianggap antena tv yang bocor so lalu kenapa? cuma orang freak yang detail perhatiin antena tv dari sebuah shot yang cuma sekian detik.

20. ada sekian ribu bloopers dalam sekian ribu film di dunia. karena yang bikin manusia termasuk Sang Penari. kamu masih manusia kan Ifa?

21. ada juga yang bandingkan pesona Prisia dan Happy Salma sebagai ronggeng. jelas sekali ini orang ngawur.

22. aktor yg main dlm 2 -3 scene gak bisalah dibandingin dengang aktor yang main sekian ratus scene pakde!!!

23. intensitas emosi dan peran sudah beda jadi gak usah dibanding-bandingin lah. setiap individu termasuk peran punya pengalaman hidup sendiri-sendiri.

24. lalu yg luar biasa dalam film Sang Penari adalah penggunaan bahasa Jawa dialek Banyumas yang kental. memang tidak 100% tapi cukup kuat.

25. ini kehebatan para aktor di film ini yang lebur dengan dialek dan gak canggung.

26. lalu ada yg mengkritik kalau gambar di Sang Penari tak seindah gambaran di buku Ronggeng Dukuh Paruk. ini pasti orang yang kebanyakan minum minyak rem.

27.Gak mungkinlah lu bandingin gambar di film dengan penggambaran di buku tetelan kambing!!!

28. yang buku lu berimajinasi dengan penggambaran lewat kata-kata, yang film lu liat imajinasi orang lain. beda kan!!!

29. dan gambar di Sang Penari itu cantik! pas! terimakasih pak Yadi Sugandi

30. dibeberapa shot gambar di Sang Penari seolah melayang terutama shot-shot ketika Srintil menari. berasa seperti nonton ronggeng dengan sedikit mabuk ciu.

31. dan kalau anda perhatikan sepanjang film Sang ePenari langit itu kelabu, kecuali di ending. langit biru cerah. Srintil telah merdeka.

32. lalu artistik Sang Penari luar biasa. salut Pak Eros Eflin

33. dan apakah top shot anak-anak lari-lari disela-sela pepohonan itu Ifa Isfansyah banget? gw baru lihat di dua film sih Harap Tenang Ada Ujian ama Sang Penari.

34. satu tokoh yg menarik buat saya adalah Sakum, penabuh kendang yang buta.

35. perhatikan, sepanjang film cuma Sakum yang dengan tulus panggil Srintil jenganten.

36. cuma sarkum pula tokoh di film ini yang tidak mengeksploitasi Srintil. semua tokoh yang lain berebut mengeksploitasi Srintil termasuk Rasus.

37. Sakum ini adalah potret penyerahan diri org Jawa. pelayanan atas sesuatu yang amat menyentuh dia. dalam hal ini Srintil.

38. bukan Kartareja sang dukun atau istrinya yang yakin kalo Srintil kemasukan indang tapi Sakum.

39. indang itu buat Sakum menurut saya bukan roh mistis tapi passion. ketulusan dan kemauan untuk menari.

40. di salah satu dialog Sakum mengatakan bahwa yang tahu kalau indang sudah masuk ke dalam tubuh Srintil ya Srintil sendiri.

41. dan si penabuh kendang buta sejak itu selalu mengikuti srinthil. menyerahkan pelayanannya utk Sang Penari

42. dan lebih salut lagi ini adalah film pertama yg secara telanjang melihatkan pembantaian anggota PKI di penghujung 60an.

43. masuk ke tokoh rasus. Oka Antara sukses!

44. Oka berhasil memperlihatkan sisi orang kalah Rasus. dan ketika kalah orang cenderung marah terhadap kesenangan kekasihnya.

45. ketika Srintil berhasil jadi ronggeng bukan cuma Srintil secara sosok kekasih tak akan bisa dia kuasai tetapi juga dia akan semakin terpuruk karen anggapan org

46. Rasus adalah sudra, Srintil itu sang dewi… dan sebagai lelaki, dia tak mungkin bisa menguasai sang dewi.

47. dia pilih lari, dia harus jadi ksatria. makanya dia senang ditawarin jd tentara. seketika orang panggil dia pak Rasus.

48. posisi lelaki sebagai ksatria itu penting sekali dalam filsafat Jawa. anak lelaki harus bisa jadi lelananging jagad. jagoan, macho, ksatria.

49. tapi Rasus pengecut. dia punya dendam karena Srintil tak bisa dia kuasai. dia biarkan Dukuh Paruk jd merah. lalu dia tonton Dukuh Paruk hancur

50. bahkan ketika dia jadi ksatria dia tetap sub ordinat yang tak berkuasa. pion dr orang lain. dia menyesal. dia biarkan Srintil pergi, tetap menari.

51. lalu ada juga orang-orang yang permasalahkan ejaan “Tanah Oentoek Rakjat”

52. disebuah dukuh yangg gak ada yang bisa baca tulis lalu datang agitator semacam Bakar apakah anda yakin dia bisa nulis dengan ejaan yang benar.

53. lagipula tulisan itu adalah coretan di gapura bambu yang kalau kalian keliling Indonesia sekarang juga akan temukan ribuan tulisan di gapura yang salah ejaan

54. kalau tulisan itu di surat kabar misalnya baru sah kalau dikritik.

55. intinya kawan-kawan sebuah film yang bagus itu biasanya film dengan penokohan yang kuat. setiap tokoh hadir dengan motivasi kuat. Sang Penari berhasil!

56. penokohan yang kuat hadir dari skenario yang kuat. salut untuk Salman Aristo!

57.terimakasih Sang Penari, Ifa Isfansyah, Shanty Harmayn, Yadi Sugandi, Eros Eflin, Prisia Nasution, Oka Antara, Salman Aristo, Eriek Juragan, semua kru dan aktor.


Sumber : @wisnukucing
Read More..

Sang Penari : komposisi sempurna budaya, seni dan sejarah

Release Date :
10 November 2011
Genre :
Drama
Studio :
Salto Film Company
Starring :
Pia Nasution, Oka Antara, Slamet Rahardjo, Dewi Irawan, Landung Simatupang, Tio Pakusadewo, Happy Salma, Lukman Sardi, Hendro Djarot







Film ini saya tonton tanggal 17 November 2011 kemarin, dan film ini saya tonton hanya dengan 6 orang penonton di studio 4 21 Cibubur Junction!kebetulan saya berdua dengan teman saya yang juga suka film-film Indonesia. Jujur saya agak geram, saat saya datang film sudah dimulai 2 menit namun cuma ada 6 orang di dalamnya padahal ini film yang sangat-sangat-sangat-sangat bagus menurut saya.

Storyline:
Kedua orangtua Srintil meninggal karena keracunan tempe bongkrek atas tuduhan warga semasa kecilnya. Beranjak dewasa ia seakan memiliki kewajiban untuk memulihkan nama baik keluarga, salah satu cara adalah menjadi penari ronggeng sesuai bakat magis yang dimilikinya. Adalah Rasus yang mengasihi Srintil sejak kecil hingga beranjak dewasa memadu kasih bersama. Keputusan Srintil menjadi ronggeng mengecewakan Rasus yang kemudian pergi mengabdi negara sebagai tentara muda pemberantas gerakan komunis. Terpisah selama bertahun-tahun, Rasus masih berupaya menemukan Srintil meskipun situasi di antara keduanya tak lagi sama.

Komentar :

Mengingat cerita dari film ini diadaptasi dari novel ronggeng dukuh paruk yang belum pernah saya baca, saya datang ke bioskop dengan modal kesiapan mental, jiwa yang sehat, open-minded untuk mengerti keseluruhan jalan cerita film ini.

"Dramatisasi film ini lebih berani dari novel saya. Ini akan jadi dokumentasi visual penting jaman itu. Saya menangis. Saya datang sebagai penonton dan saya terhanyut."

Ahmad Tohari tentang film Sang Penari.

Komentar dari sang novelis tersebut memang benar, kalau boleh saya jujur saya akan menangis karena begitu indahnya kisah dalam film ini. Yang paling saya kagumi adalah adegan tentara sedang mengeksekusi satu per satu orang-orang yang diindikasi terlibat dalam gerakan G30S-PKI, saya menilai adanya adegan tersebut sangat berani. belum pernah saya lihat ada film yang memperlihatkan adegan seperti ini (mudah-mudahan nggak ada pihak yang usil).

Prisia Nasution sebagai Srintil menari dengan hati, saya melihat seperti ada emosi yang terbawa dalam tariannya dan tariannya sukses membuat pikiran saya menari sampai akhir dari film ini, lalu di pemeran Pria ada Oka Antara sebagai Rasus, seperti biasanya Oka selalu bermain total dalam setiap film yang dilakoninya.
Ada satu karakter yang paling menarik perhatian saya, yaitu Hendro Jarot sebagai Sakum, orang buta ini seperti kuncen film ini yang membuat saya penasaran dengannya sampai akhir film. Belum lagi kehadiran Lukman Sardi (kang Bakar) dengan segala agenda tersembunyinya benar-benar menjadi kosmetik yang mempercantik film ini

Music scoring dari Aksan-Titi Sjuman yang ciamik membawa suasana magis ke dalam ruang studio yang gelap sukses membuat saya makin terpana dengan film ini, dana pada akhir cerita sebuah scene yang menyentuh dimana Rasus tak bisa menyelamatkan Srintil dari eksekusi yang harus dijalaninya.
Pada akhirnya, Rasusmewariskan keris ronggeng ke seorang penari lainnya dengan perasaan yang susah ditebak. Sungguh ending yang benar-benar artistik dari sebuah film Indonesia.
Saya beri nilai 8 dari 10 untuk film ini.Sekian

Read More..

Untitled-2



Gambar diatas memang sangat sederhana, namun jika diperhatikan, gambar diatas mempunyai makna yang lebih dalam dari gambarnya.

di bagian pertama gambar diperlihatkan seorang ibu yang dengan senang hati dan penuh senyuman membersihkan kaki anaknya yang masih kecil, lihat ekspresi keduanya. Benar-benar memperlihatkan ekspresi wajah yang benar-benar tulus tak ada motivasi lain. Hanya naluri alamiah yang keluar dan terpancar di wajah mereka.

Lalu di bagian gambar yang lain, terlihat seorang ibu yang kalau dilihat dari gambar sudah renta dan seorang laki-laki yang tidak lain adalah anaknya (Hal tersebut terlihat dari baju yang dikenakannya sama dengan yang dipakainya sewaktu kecil) sedang mencucikan kaki ibunya dengan hati riang dan senyum yang tulus terpancar dari wajahnya, kemudian dibalas yang sama pula oleh ibunya. Inilah yang seharusnya, membalas jasa ibu saat mulai renta dan kita tumbuh dewasa sewajarnya manusia

Ibu dan anak adalah hubungan yang paling kuat dan paling tulus di dunia, cinta keduanya tanpa syarat sampai akhir hayat. Saya jadi melankolis seketika setelah melihat gambar ini.


Read More..

Selasa, 22 November 2011

All about Global Warming (wajib baca!)

LATAR BELAKANG

Semenjak manusia zaman purbakala sampai dengan zaman sekarang, manusia selalu mengalami perkembangan dalam setiap periode waktu yang dilewatinya. Peradaban manusia sekarang telah mengalami banyak kemajuan. Selama perkembangan itu, manusia menjalani kehidupan dengan bergantung pada pertanian dan agrikultur. Melalui orientasi kehidupan tersebut, manusia selalu berusaha menjaga dan melestarikan lingkungannya dengan sebaik-baiknya yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidup manusia. Manusia sekarang telah mengalami zaman revolusi industri yang menggantungkan kehidupan pada bidang perindustrian. Dengan menggunakan orientasi hidup tersebut, dunia agrikultur pun mengalami kemunduran secara perlahan-lahan. Nilai-nilai kehidupan manusia pun mengalami perubahan, terutama dalam interaksi manusia dengan lingkungannya. Perubahan-perubahan yang terjadi ini menghasilkan dampak positif maupun negatif. Salah satu dampak revolusi industri yang telah terjadi dan masih terus berlanjut pada masa sekarang dalam kehidupan dan peradaban manusia adalah dampaknya bagi lingkungan yang ada di sekitar manusia itu sendiri. Ekspansi usaha yang dilakukan oleh para pelaku industri seperti pembangunan pabrik-pabrik dan pembuatan produksi dengan kapasitas besar dengan mengesampingkan perhatian terhadap dampaknya bagi lingkungan secara perlahan namun pasti telah mengakibatkan kelalaian yang pada akhirnya akan merugikan lingkungan tempat tinggal manusia dan kehidupannya.Para ahli lingkungan telah menemukan indikasi adanya dampak yang terbesar bagi lingkungan dan dunia secara global akibat usaha perindustrian yang dilakukan dan telah berkembang pesat saat ini. Dampak negatif ini
adalah terjadinya pemanasan di dunia dan sering disebut sebagai Global Warming. Namun, masalah Global Warming sebagai masalah lingkungan ini masih diperdebatkan kebenarannya oleh beberapa pihak yang menganggap Global Warming adalah alasan yang diciptakan untuk membatasi laju perkembangan perindustrian. Walaupun masih terdapat perdebatan mengenai kebenaran keadaan Global Warming di antara para ahli lingkungan tersebut, masalah Global Warming ini tidaklah dapat diungkiri untuk diteliti dan diteliti lebih lanjut demi kelangsungan kehidupan manusia.


GLOBAL WARMING

Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.
Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia"[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.
Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.
Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrem,serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.



Penyebab Pemanasan Global

1.Efek Rumah Kaca
Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, sulfur dioksida dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.

2.Efek Umpan Balik
nasir penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara sampai tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara, kelembaban relatif udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat).[3] Umpan balik ini hanya berdampak secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer. Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es.[4] Ketika suhu global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersamaan dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air di bawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair, menjadi suatu siklus yang berkelanjutan


Ini Beberapa Kejadian Dari Dampak Global Warming



1. KEBAKARAN



Analisis = Kebakaran hutan biasa nya d sebabkan meningkat nya permukaan suhu d daerah tersebut akibat efek dari pemanasan global. terjadi di waktu musim kemarau


2. ES YANG MELELEH


Analisis = mencairnya es d kutub d sebabkan suhu yang meningkat secara drastis sehingga dapat melelehkan es d kutub


3. PERMUKAAN AIR LAUT YANG MENINGGI


Analisa = meningkat nya tinggi permukaan laut ini d sebabkan oleh air es yang telah mencair dari arah kutub


Global Warming mempercepat penyebaran penyakit


Pemanasan Global saat ini sudah mencapai taraf yang mencemaskan. Namun bahaya laten lain yang perlu kita waspadai adalah naiknya temperatur bumi ini akan berakibat pada banyaknya pandemik microba – microba dan juga virus – virus mulai menyebar di lingkungan manusia maupun hewan.


1. Avian Influenza

Seperti influenza pada manusia, virus avian influenza terjadi secara alamiah pada burung liar, namun tidak membahayakan. Virus ini masuk ke burung melalui feses dan hasil sekresi. Unggas dapat menularkan virus dari burung peliharaan ataupun burung yang liar. Tingginya tingkat patogen dari penyakit H5NI merupakan perhatian utama bagi pemerintah dan organisasi kesehatan saat ini, karena sangat mematikan bagi burung liar, manusia. Bahkan penularan virus yang semula hanya dari burung ke manusia dapat meningkat dari manusia ke manusia. Perpindahan H5N1 dari negara ke negara biasanya dari perdagangan unggas. Namun perubahan iklim seperti badai salju yang parah dapat mengganggu perpindahan normal burung liar dan dapat membawa populasi kedua burung liar dan peliharaan ini menuju sumber air yang dekat dengan manusia.


2. Kolera
Kolera adalah penyakit diare disebabkan oleh air yang mempengaruhi manusia terutama di negara berkembang. Hal ini disebabkan oleh bakteri, Vibrio cholera, yang bertahan dalam organisme kecil di sumber air yang terkontaminasi dan mungkin juga muncul dalam bentuk kerang mentah seperti tiram. Setelah terinfeksi, kolera dengan cepat menjadi mematikan. Hal ini sangat bergantung pada temperatur, dan kenaikan suhu air secara langsung.

3. Ebola
Virus Ebola merupakan virus demam berdarah dan sangat dekat dengan demam virus Marburg yang mudah membunuh manusia, gorila, dan simpanse, dan saat ini belum bisa disembuhkan. Para ilmuwan terus bekerja untuk menemukan sumber penyakit dan untuk mengembangkan vaksin untuk perlindungan. Ada bukti yang signifikan bahwa wabah kedua penyakit yang berhubungan dengan variasi yang tidak biasa dalam curah hujan / pola musim kemarau. Seperti perubahan iklim dan musim yang ekstrim.

4. Parasit eksternal dan Usus
Parasit yang secara meluas hidup di seluruh lingkungan terestrial dan perairan. Pada suhu dan curah hujan dengan tingkat pergeseran musim yang tinggi, kelangsungan hidup parasit dalam lingkungan akan meningkat di banyak tempat, terjadi peningkatan infeksi jumlah manusia dan hewan. Banyak jenis parasit yang zoonosis, tersebar antara satwa liar dan manusia. Nematoda, Baylisascaris procyonis, disebarkan oleh rakun umum dan sangat mematikan bagi banyak spesies lain satwa liar dan manusia.

5. Wabah
Wabah, pestis Yersinia – salah satu penyakit menular tertua yang dikenal-masih menyebabkan tingkat kematian yang signifikan dalam satwa liar, hewan domestik, dan manusia di lokasi tertentu. Wabah ini disebarkan oleh tikus dan kutu. Perubahan dalam suhu dan curah hujan mengubah distribusi populasi tikus di seluruh dunia, yang akan berdampak pada berbagai penyakit hewan pengerat kelahiran seperti wabah


6. Rift Valley Fever
Demam virus Rift Valley (RVFV) adalah penyakit zoonosis yang muncul menggangu kesehatan publik secara signifikan, ketahanan pangan, dan kepentingan ekonomi secara keseluruhan, khususnya di Afrika dan Timur Tengah. Pada ternak yang terinfeksi seperti sapi, domba, kambing dan unta, aborsi dan tingkat kematian yang tinggi adalah merupakan hal yang biasa. Pada orang (yang bisa terinveksi virus dari menyembelih hewan yang terinfeksi), penyakit ini bisa berakibat fatal. Mengingat peranan nyamuk dalam penularan virus, perubahan iklim terus dikaitkan dengan kekhawatiran penyebaran RVFV.

7. Tuberkulosis
Tuberkulosis sapi menyebar melalui perpindahan ternak di seluruh dunia. Sekarang memiliki distribusi global dan bermasalah terutama di Afrika, di mana ia diperkenalkan oleh ternak Eropa di tahun 1800-an. Penyakit ini menginfeksi populasi satwa liar penting, seperti kerbau dan singa di Taman Nasional Kruger di Afrika Selatan, di mana pariwisata merupakan bagian integral dari ekonomi lokal. Penyakit ini juga menginfeksi manusia di Afrika selatan melalui konsumsi susu yang tidak dipasteurisasi. Bentuk tuberkulosis manusia juga dapat menginfeksi binatang liar. Dampak perubahan iklim terhadap ketersediaan air karena kekeringan cenderung meningkatkan kontak satwa liar dan ternak pada sumber air yang terbatas, mengakibatkan meningkatnya penularan penyakit antara ternak dan satwa liar dan ternak dan manusia.

8. Demam kuning
Ditemukan di daerah tropis Afrika dan bagian dari Amerika Tengah dan Selatan, virus ini dibawa oleh nyamuk, yang akan menyebar ke daerah baru sebagai perubahan suhu dan tingkat curah hujan di atas ambang normal. Salah satu jenis demam virus kuning hutan dapat menyebar dari primata ke manusia dan sebaliknya melalui nyamuk yang memakan darah manusia dan primata. Wabah terbaru di Brazil dan Argentina memiliki dampak yang menghancurkan pada populasi primata liar. Di beberapa negara di Amerika Selatan, pemantauan primata liar telah menghasilkan deteksi dini dari aktivitas penyakit dan memungkinkan untuk program vaksinasi serta harus cepat diterapkan untuk melindungi manusia.


Inilah Yang Harus kita Lakukan 

Ada bermacam cara memperlambat dampak pemanasan global, cara-cara tersebut umumnya mudah dan sederhana. Tetapi kurang dilakukan secara serius oleh kebanyakan orang.

1. Batasi Penggunanaan kertas

Tanamkan di pikiran anda kuat-kuat, bahwa setiap anda menggunakan selembar kertas maka anda telah menebang sebatang pohon. Oleh karena itu gunakan kertas se-efektif mungkin misalnya dengan mencetak print out bolak-balik pada setiap kertas. Bila anda nge-print sesuatu yang tidak terlalu penting, gunakanlah kertas bekas yang dibaliknya masih kosong.

2. Ganti bola lampu.

Segera ganti bola lampu pijar anda dengan lampu neon. Lampu neon ini membutuhkan energi yang lebih sedikit dibanding lampu pijar. Ingat setiap daya daya listrik yang anda pakai maka anda turut serta menghabiskan sumber daya energi listrik yang kebanyakan berbahan bakar fosil. Bahan bakar fosil adalah bahan bakar tak terbarukan, dan dalam jangka sepuluh tahun ke depan mungkin bahan bakar jenis ini akan habis.

3. Buka jendela lebar-lebar

Di Amerika , sebagian besar dari 22,7 ton emisi CO2 berasal dari rumah. Kebanyakan emisi atau gas buang tersebut berasal dari AC, kulkas, kompor gas atau refrigerator. Unutk meminimalkannya ketika dapat mengatur termostat AC dengan suhu udara di luar ruangan. Kemudian bukalah jendela lebar-lebar karena sirkulasi udara yang terjebak dapat mengkonsumsi energi.

4. Gunakan pupuk organik.

Pupuk yang digunakan kebanyakan petani mengandung unsur nitrogen, yang kemudian berubah menjadi N2O yang menimbulkan efek GRK (Gas Rumah Kaca) 320 kali lebih besar dari pada CO2. Jika anda hobi berkebun gunakanlah pupuk organik. Disamping aman, murah pula.

5. Tanamlah rumpun bambu

Pepohonan memang terbukti mampu menyerap CO2, tetapi ternyata pohon atau rumpun bambu mampu menyerap CO2 empat kali lebih banyak dari pohon-pohon lain.


6. Naik kendaraan umum

Saat ini jumlah kendaraan pribadi sudah teramat banyak dan bikin sumpek. Sector transportasi menyumbang sampai 14 % emisi gas rumah kaca ke atmosfer, jika kita menggunakan kendaran umum maka kita mengurangi emisi gas rumah kaca,

7. Jangan pakai kantong plastik

Di beberapa Negara bagian Amerika, urusan kantong plastik bahkan sampai dibuat undang-undangnya segala. LSM peduli lingkungan mendorong pemerintah Negara setempat unutk melarang penggunaan kantong plastic sebagai kantong belanjaan. Plastik ini memang unsur yang sulit terurai, butuh 1000 tahun untuk mengurainya didalam tanah.

Efek Gas rumah kaca yang ditimbulkannya juga cukup besar. Maka beralihlah ke kantong kain, misal dari kain serat alami.


8. Hidup efisien

Apapun aktifitas manusia di bumi akan berdampak pada bumi yang kita diami ini. Pola komsumsi energi, pola lingkungan dan sebagainya. Hiduplah seefisien mungkin, gunakan sedikit energi, komsumsilah sedikit makanan, tinggalkan pola hidup konsumtif, ramahlah terhadap lingkungan, sedikit bicara lebih banyak berpikir, dan sebagainya.

9. Mengemudi cerdas

Hindari perjalanan yang panjang dan menghabiskan waktu, bila mungkin memotong jalan lakukanlah. Kurangilah aktifitas yang menggunakan kendaraan pribadi. Jika terpaksa menggunakan kendaraan pribadi, pilihlah jalan-jalan alternative yang bebas macet dan tidak mengkonsumsi energi. Bila anda menunggu, matikan mesin sebab gas buangan tetap keluar sementara bahan bahan bakar terpakai.

Semoga setelah membaca tulisan diatas anda menjadi lebih acuh terhadap perubahan iklim dan pemanasan global yang semakin parah. Siapa yang menanggung akibatnya?anak dan cucu kita kelak yang akan menerimanya.
Satu ungkapan yang saya tanamkan dalam diri saya : "Kalo elu buang sampah sembarangan, anak dan cucu elu yang akan makan samapah yang elu buang nantinya!"
Saya dan keluarga saya hampir bisa menerapkan hal-hal yang perlu dilakukan untuk memperlambat pemanasan global, lalu anda gimana?


Sumber : Nurani, Pikiran, Perasaan dan Disini





Read More..

Rabu, 16 November 2011

Unreleased

Terinspirasi dari teman saya yang membuat wawancara antara dirinya dan dirinya sendiri, saya juga tertarik untuk membuatnya :

R : Rizki
F : Fathoni

R : elu suka film?
F : penting apa gua jawab?lu liat aja isi blog gua

R : gua udah liat, terus kenapa lu suka film?
F : 1. film buat gua adalah makanan buat otak, jadi yang gua kasih makan bukan perut gua doang
     2. gua (agak) males baca buku, jadi gua lebih seneng nonton
     3. cuma film yang bisa bikin gua mabok dan autis temporer......Gak percaya?tanya aja ibu gue

R : seberapa penting film dalam hidup lu?
F : bisa bertanya yang lebih berbobot?

R : bisa, sejak kapan lu suka film?
F : sejak gua pertama kali nonton "moonraker" di umur 5 tahun, sejak itu gua jadi terus2an minta dibeliin film tiap bokap gua pulang kerumah dari kantor

R : Film apa yang paling lu suka?
F : Film Indonesia atau film barat?

R : kalo film barat?
F : Back to the future (Stephen Spielberg)

R : Film Indonesia?
F : yang ini berat, mending lu liat aja daftarnya di bagian blog gua sebelah kanan

R : gua udah liat, tapi kan gua nanyanya yang paling lu suka?
F : Janji Joni sama 3 Hari Untuk Selamanya. PUAS?!

R : ok lanjut, Sutradara yang paling lu suka di film Indonesia siapa?
F : Riri Riza dan Joko Anwar

R : kenapa dua orang?lu susah kalo disuruh milih ya?!
F : kedua sutradara kesayangan gua itu punya karakteristik masing-masing yang unik dan berbeda dalam film-filmnya, jadi gua gak bisa milih diantara kedua itu yang paling gua suka. Eh, gua boleh nanya?

R : boleh, tanya aja
F : siapa orang yang paling lu sukain di dunia ini?

R : bapak dan ibu gua
F : kenapa dua?lu susah kalo disuruh milih ya?!

R : anjrit!gua dibalikin gini, ya mereka berdua berbeda dan porsi suka gua sama antara mereka berdua!
F : nah!sama kan kayak jawaban gua tadi?

R : terus, selain film lu suka apa lagi?
F : musik, sastra Indonesia

R : kenapa sastra Indonesia?
F : karena gua mencintai keambiguan dalam aksara bahasa Indonesia

R : kenapa musik?
F : Siapa sih yang gak suka musik di semesta ini?

R : udah punya pacar?
F : belom

R : kenapa?
F : gak punya waktu dan duit buat pacaran, gua sibuk berburu kopi originalnya film Indonesia!

R : kalo kuliah, apa prinsip kuliah lu?
F : kuliah tuh yang penting bisa!bukan nilai, nilai itu bonus...logikanya, kalo lu bisa pasti nilai lu bagus kan?

R : gua pernah liat lu nulis ada orang dengan prinsip kuliah ADS, apa itu?
F : Asal Dosen Senang, bikin tugas, absen, maju kedepan, bertanya yang gak penting (biar dikira aktif), pulang, selesai!WTF nih buat mahasiswa yang kayak begini

R : gua boleh numpang mandi gak?
F : boleh, gua juga belum mandi, oh ya!nanti jam 2 gua mau ketemu bu Dosen!

R : mandi bareng yuk?!
F : boleh!


Anda boleh menganggap saya gila, bebas sih Read More..

Selasa, 15 November 2011

Untitled

Berikut ada beberapa kutipan-kutipan yang cukup keren yang saya dapat dari beberapa film Indonesia yang (sering banget) gua tonton.

“yang gagal tuh mereka yang gak pernah nyoba“(Nicholas saputra-3 days to forever)


“buat apa lo punya pikiran sendiri kalo lo masih ngikutin pikiran orang lain?“(Adinia wirasti-3 days to forever)


"gua selalu percaya, selama lo punya dedikasi besar buat pekerjaan lo, lo gak perlu mikirin hal lain"(Nicholas saputra-janji joni)


"hidup ini macam bioskop saja, kalo kau terlambat film akan mulai tanpa kau"(Alm. Gito rolies-janji joni)


"kalo ngedapetinnya susah kan gak bakal gampang dilupain"(Mariana renata-janji joni)


"konsep mengantri itu diciptakan ada pointnya loh, supaya yang dateng duluan bisa dapet duluan"(Aming-janji joni)


"Hidup ini sudah terlalu sempit untuk diisi dengan penyesalan,"(Lukman sardi-9 naga)


"Orang Indonesia Harus Diberi Film Realis"(Rudi sujarwo)


"gua punya pekerjaan, dan gua harus ambil risiko untuk itu"(Nicholas saputra-janji joni)


"barang yang sudah diambil orang sebaiknya diikhlaskan saja!"(sujiwo tejo-janji joni)


"pekerjaan yang paling baik adalah pekerjaan dimana lo bisa nikmatin itu"(Nicholas saputra-janji joni)
Read More..

Pengen liat Jakarta tanpa seorangpun di dalamnya?buka deh

Pernah nonton I Am Legend?filmnya Will Smith yang ceritanya seisi kota kena wabah penyakit menyeramkan yang menyebabkan seluruh warga kota yang masih normal harus diungsikan ke tempat yang lebih aman. Nah si Will diem di kota tanpa penduduk itu, saya punya beberapa foto Jakarta seandainya gak ada penduduknya seperti di film itu....Berikut :
























































Sumber : "Disini"
Read More..

Sabtu, 12 November 2011

Efek Rumah Kaca Band

Kali ini saya ingin membuat sebuah tulisn singkat tentang sebuah band yang paling berpengaruh di dalam hidup saya. Berikut



Efek Rumah Kaca adalah Grup musik asal Jakarta yang digawangi Cholil Mahmud (gitar,vokal), Adrian Yunan Faisal (bass), Akbar Bagus Sudibyo (drum)ini terbentuk tahun 2001. Setelah mengalami beberapa kali perubahan personil, akhirnya mereka memantapkan diri mereka dengan formasi 3 orang dalam band-nya. Sebelumnya, band ini bernama "Hush" yang kemudian diganti menjadi "Superego", yang kemudian berubah lagi pada tahun 2005 menjadi Efek Rumah Kaca. nama ini diambil dari salah satu judul lagu mereka.
Sejak merilis debut album self title pada September 2007 (di bawah Indie Label Paviliun Records), ERK mendapat respon positif dari berbagai media dan kalangan . dan Lagu yang paling sering diputar dan di request di TV dan radio adalah " Cinta Melulu" .

Sejak awal kemunculan mereka, banyak pihak yang menyebutkan bahwa warna musik Efek Rumah Kaca tergolong dalam post-rock, bahkan ada yang menyebutkan shoegaze sebagai warna musik mereka. Tetapi, Efek Rumah Kaca dengan mantap menyebutkan bahwa warna musik mereka adalah pop, karena mereka merasa tidak menggunakan banyak distorsi dan efek-efek gitar dalam lagu-lagu mereka seperti selayaknya musik rock.

Bukan hanya sekedar Hiburan saja yang mereka berikan tapi banyak manfaat positif dari lagu-lagu yang mereka ciptakan karena banyak lagunya yang menginspirasi tentang keadaan hari ini ( Politik, sosial, Budaya , Psikologis dll.) Lirik dan tema lagunya pun sangat variatif dengan melihat berbagai sudut pandang dan kekayaan pilihan kata. Namun, sangat disayangkan karena musisi seperti ini tergolong Disingkirkan dari Musik Industri Indonesia dan dianggap menjadi benalu dalam pasar musik indonesia.

Dan ini adalah salah satu List lagu-lagu Efek Rumah Kaca
> Di Udara
> Mosi tidak Percata
> Kenakalan Remaja di Era Informatika
> Cinta melulu
> Desember
> Melancholia
> Jatuh Cinta itu Biasa
> Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa
> Jalang
> Insomnia
> Belanja Terus Sampai Mati
> Balerina
> Hujan Jangan Marah
> Kamar Gelap
> Tubuhmu Membiru
> Jangan Bakar Buku

Sedikit review singkat dari saya :
Kenapa band ini sangat mempengaruhi saya?saya juga tidak mengerti, sebaiknya anda beli saja sendiri albumnya dan dengarkan. Yang jelas band ini memberi angin segar buat saya yang mulai bosan dengan lagu-lagu cinta picisan. Musik mereka unik, dan lirik-liriknya membunuh dan menyindir secara halus namun menusuk dan juga lagu-lagu mereka menyentil isu-isu sensitif di Indonesia yang sangat saya suka.
Menurut saya mereka adalah pahlawan musik Indonesia (Class m*ld juga bilang begitu)

Read More..

Puisi Bajingan

Dimana otakmu?
Dimana wjahmu?
Tertinggal dirumah?
Terjatuh dijalan?

Dimana otakmu?
Dimana wajahmu?
Begundal kecil sok dewasa
Pergi sana cari wajahmu!

Dimana otakmu?
Dimana wajahmu?
Sosok pecicilan cari perhatian
Matikan rokokmu dan masuk kelas!

Dimana otakmu?
Dimana wajahmu?
Buta aksara?
Sengaja membuta?

Dimana otakmu?
Dimana wajahmu?
Percuma terus bertanya
Otaknya sudah menguap habis

Dimana otkmu?
Dimana wajahmu?
Percuma terus bertanya
Wajahnya tertinggal tempat sampah Read More..

Kenapa film yang itu nggak laku?

Pertama-tama saya ingin memberitahu bahwa tulisan ini adalah murni analisis saya pribadi selaku penulis dan sedikit pengalaman.

Apa definisi Film bagus menurut anda?menurut saya, film bagus adalah film yang membuat kita terlena dan terbawa dalam alur ceritanya, dan setelah selesai menonton ceritanya susah dilupakan. Mungkin itu yang disebut dengan pengalaman sinematika?saya tidak tahu, saya cuma penonton dan cuma nebak-nebak aja.

Lalu apa yang membuat anda ingin menonton sebuah judul film di bioskop?anda tahu cerita film itu bagus?ada aktor/aktris kesukaan anda?anda sudah melihat reviewnya?atau genre filmnya yang anda suka? kalau saya pribadi sih saya akan mengesampingkan faktor-faktor diatas karena film bagus itu bisa bergenre apa saja, siapapun sutradaranya, aktornya, dll.

Lalu ada yang menarik pikiran saya untuk menggali lebih dalam lagi tentang sebenarnya kategori film apa yang diinginkan oleh masyarakat Indonesia sebenarnya?rasa penasaran ini timbul ketika untuk pertama kalinya saya menginjakan kaki ke bioskop untuk menonton sebuah film horror Indonesia, pada waktu itu belum ada bumbu-bumbu seks dan pornografinya!
saya mengantri lama sekali untuk mendapatkan sebuah tiket di hari pertama pemutaran film tersebut, bahkan saya sempat berpikir untuk pulang saja dan menontonnya esok hari

Saat saya (masih) mengantri, ada yang menarik di pikiran saya, di studio 2 ada sebuah film Indonesia yang diputar bersamaan dengan film yang ingin saya tonton, tapi kenapa sepi sekali?apa film itu nggak bagus?atau ada hal lain yang membuatnya tak laku?saya tidak tahu.
waktunya masuk teater 1!saya menonton, menikmati, dan pada akhirnya film selesai dan keluar teater, jelas saya merasa terhibur sekali dan saya mencoba mengingat kembali detik per detik film yang saya tonton tadi.

2-3 hari kemudian, saya sudah merasa bahwa betapa tidak pentingnya film itu saya tonton, ceritanya klise, dll. Lalu dengan sedikit rasa penasaran saya browsing di internet tentang film yang kemarin saya lihat nggak laku, dan ternyata pencarian itu membuat saya menyesal telah menonton film horor yang gak horor nan klise itu.sumpah. Saya baru sadar bahwa seharusnya film yang saya tonton adalah ini, bukan itu!

Dari cerita saya diatas, saya dapat menarik kesimpulan bahwa masyarakat Indonesia cenderung pergi ke bioskop untuk mencari hiburan, makanya mereka cari film yang kira-kira menghibur, tanpa perlu repot-repot mikirin teka-teki film macam film Hollywood itu, karena apa?karena mereka lelah dengan aktivitas sehari-hari dan masalah-masalah yang mengganggu pikiran mereka. "Jadi, buat apa susah-susah cari film yang bikin mikir?kita kan beli tiket, kalo mau mikir tiap hari aja gratis!"
Ya, meskipun ada beberapa orang Indonesia cerdas yang nggak menganut paradigma diatas, sih

Hal tersebut berlawanan sekali dengan yang terjadi di negara maju. Dengan kondisi ekonomi yang cenderung stabil, makmur, sentosa dan adil, masyarakat nggak pusing lagi mikirin hidup sehari-hari yang susah. Jadi, mereka cari sesuatu yang bisa dipake buat mikir, slah satunya film!itulah mengapa sebabnya kebanyakan film-film terbaik terlahir di negara maju (mungkin juga karena yang nilai film itu terbaik, negara itu sendiri).

Kesimpulan, jadilah masyarakat film Indonesia yang bijak. mengutip perkataannya Joko Anwar (sutradara kesayangan saya) : "Film gak selamanya harus mendidik, menghibur doang gak apa2 asal bikinnya bener!"
tonton film yang berkualitas, terlebih kita harus lebih cerdas lagi memilih film Indonesia yang benar-benar "Indonesia".Sekian(maap kalo seandainya gak nyambung) Read More..

Kamis, 10 November 2011

Indonesia (TIDAK PERNAH) dijajah oleh Belanda selama 350 tahun

Tanggal 8 Maret, 66 Tahun Lalu

Oleh Nina Herlina L.


"Wij sluiten nu.Vaarwel, tot betere tijden. Leve de Koningin!" (Kami akhiri sekarang. Selamat berpisah sampai waktu yang lebih baik. Hidup Sang Ratu!). Demikian NIROM (Nederlandsch Indische Radio Omroep Maatschappij/Maskapai Radio Siaran Hindia Belanda) mengakhiri siarannya pada tanggal 8 Maret 1942.

Enam puluh enam tahun yang lalu, tepatnya 8 Maret 1942, penjajahan Belanda di Indonesia berakhir sudah. Rupanya "waktu yang lebih baik" dalam siaran terakhir NIROM itu tidak pernah ada karena sejak 8 Maret 1942 Indonesia diduduki Pemerintahan Militer Jepang hingga tahun 1945. Indonesia menjadi negara merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945.

Masyarakat awam selalu mengatakan bahwa kita dijajah Belanda selama 350 tahun. Benarkah demikian? Untuk ke sekian kalinya, harus ditegaskan bahwa "Tidak benar kita dijajah Belanda selama 350 tahun". Masyarakat memang tidak bisa disalahkan karena anggapan itu sudah tertulis dalam buku-buku pelajaran sejarah sejak Indonesia merdeka! Tidak bisa disalahkan juga ketika Bung Karno mengatakan, "Indonesia dijajah selama 350 tahun!" Sebab, ucapan ini hanya untuk membangkitkan semangat patriotisme dan nasionalisme rakyat Indonesia saat perang kemerdekaan (1946-1949) menghadapi Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia.

Bung Karno menyatakan hal ini agaknya juga untuk meng-counter ucapan para penguasa Hindia Belanda. De Jong, misalnya, dengan arogan berkata, "Belanda sudah berkuasa 300 tahun dan masih akan berkuasa 300 tahun lagi!" Lalu Colijn yang dengan pongah berkoar, "Belanda tak akan tergoyahkan karena Belanda ini sekuat (Gunung) Mount Blanc di Alpen."

Tulisan ini akan menjelaskan bahwa anggapan yang sudah menjadi mitos itu, tidak benar. Mari kita lihat sejak kapan kita (Indonesia) dijajah dan kapan pula penjajahan itu berakhir.

Kedatangan penjajah

Pada 1511, Portugis berhasil menguasai Malaka, sebuah emporium yang menghubungkan perdagangan dari India dan Cina. Dengan menguasai Malaka, Portugis berhasil mengendalikan perdagangan rempah-rempah seperti lada, cengkeh, pala, dan fuli dari Sumatra dan Maluku. Pada 1512, D`Albuquerque mengirim sebuah armada ke tempat asal rempah-rempah di Maluku. Dalam perjalanan itu mereka singgah di Banten, Sundakalapa, dan Cirebon. Dengan menggunakan nakhoda-nakhoda Jawa, armada itu tiba di Kepulauan Banda, terus menuju Maluku Utara, akhirnya tiba juga di Ternate.

Di Ternate, Portugis mendapat izin untuk membangun sebuah benteng. Portugis memantapkan kedudukannya di Maluku dan sempat meluaskan pendudukannya ke Timor. Dengan semboyan "gospel, glory, and gold" mereka juga sempat menyebarkan agama Katolik, terutama di Maluku. Waktu itu, Nusantara hanyalah merupakan salah satu mata rantai saja dalam dunia perdagangan milik Portugis yang menguasai separuh dunia ini (separuh lagi milik Spanyol) sejak dunia ini dibagi dua dalam Perjanjian Tordesillas tahun 1493. Portugis menguasai wilayah yang bukan Kristen dari 100 mil di sebelah barat Semenanjung Verde, terus ke timur melalui Goa di India, hingga kepulauan rempah-rempah Maluku. Sisanya (kecuali Eropa) dikuasai Spanyol.

Sejak dasawarsa terakhir abad ke-16, para pelaut Belanda berhasil menemukan jalan dagang ke Asia yang dirahasiakan Portugis sejak awal abad ke-16. Pada 1595, sebuah perusahaan dagang Belanda yang bernama Compagnie van Verre membiayai sebuah ekspedisi dagang ke Nusantara. Ekpedisi yang dipimpin oleh Cornelis de Houtman ini membawa empat buah kapal. Setelah menempuh perjalanan selama empat belas bulan, pada 22 Juni 1596, mereka berhasil mendarat di Pelabuhan Banten. Inilah titik awal kedatangan Belanda di Nusantara.

Kunjungan pertama tidak berhasil karena sikap arogan Cornelis de Houtman. Pada 1 Mei 1598, Perseroan Amsterdam mengirim kembali rombongan perdagangannya ke Nusantara di bawah pimpinan Jacob van Neck, van Heemskerck, dan van Waerwijck. Dengan belajar dari kesalahan Cornelis de Houtman, mereka berhasil mengambil simpati penguasa Banten sehingga para pedagang Belanda ini diperbolehkan berdagang di Pelabuhan Banten. Ketiga kapal kembali ke negerinya dengan muatan penuh. Sementara itu, kapal lainnya meneruskan perjalanannya sampai ke Maluku untuk mencari cengkih dan pala.

Dengan semakin ramainya perdagangan di perairan Nusantara, persaingan dan konflik pun meningkat. Baik di antara sesama pedagang Belanda maupun dengan pedagang asing lainnya seperti Portugis dan Inggris. Untuk mengatasi persaingan yang tidak sehat ini, pada 1602 di Amsterdam dibentuklah suatu wadah yang merupakan perserikatan dari berbagai perusahaan dagang yang tersebar di enam kota di Belanda. Wadah itu diberi nama Verenigde Oost-Indische Compagnie (Serikat Perusahaan Hindia Timur) disingkat VOC.

Pemerintah Kerajaan Belanda (dalam hal ini Staaten General), memberi "izin dagang" (octrooi) pada VOC. VOC boleh menjalankan perang dan diplomasi di Asia, bahkan merebut wilayah-wilayah yang dianggap strategis bagi perdagangannya. VOC juga boleh memiliki angkatan perang sendiri dan mata uang sendiri. Dikatakan juga bahwa octrooi itu selalu bisa diperpanjang setiap 21 tahun. Sejak itu hanya armada-armada dagang VOC yang boleh berdagang di Asia (monopoli perdagangan).

Dengan kekuasaan yang besar ini, VOC akhirnya menjadi "negara dalam negara" dan dengan itu pula mulai dari masa Jan Pieterszoon Coen (1619-1623, 1627-1629) sampai masa Cornelis Speelman (1681-1684) menjadi Gubernur Jenderal VOC, kota-kota dagang di Nusantara yang menjadi pusat perdagangan rempah-rempah berhasil dikuasai VOC. Batavia (sekarang Jakarta) menjadi pusat kedudukan VOC sejak 1619, Ambon dikuasai tahun 1630. Beberapa kota pelabuhan di Pulau Jawa baru diserahkan Mataram kepada VOC antara tahun 1677-1705. Sementara di daerah pedalaman, raja-raja dan para bupati masih tetap berkuasa penuh. Peranan mereka hanya sebatas menjadi "tusschen personen" (perantara) penguasa VOC dan rakyat.

"Power tends to Corrupt." Demikian kata Lord Acton, sejarawan Inggris terkemuka. VOC memiliki kekuasaan yang besar dan lama, VOC pun mengalami apa yang dikatakan Lord Acton. Pada 1799, secara resmi VOC dibubarkan akibat korupsi yang parah mulai dari "cacing cau" hingga Gubernur Jenderalnya. Pemerintah Belanda lalu menyita semua aset VOC untuk membayar utang-utangnya, termasuk wilayah-wilayah yang dikuasainya di Indonesia, seperti kota-kota pelabuhan penting dan pantai utara Pulau Jawa.

Selama satu abad kemudian, Hindia Belanda berusaha melakukan konsolidasi kekuasaannya mulai dari Sabang-Merauke. Namun, tentu saja tidak mudah. Berbagai perang melawan kolonialisme muncul seperti Perang Padri (1821-1837), Perang Diponegoro (1825-1830), Perang Aceh (1873-1907), Perang di Jambi (1833-1907), Perang di Lampung (1834-1856), Perang di Lombok (1843-1894), Perang Puputan di Bali (1846-1908), Perang di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (1852-1908), Perlawanan di Sumatra Utara (1872-1904), Perang di Tanah Batak (1878-1907), dan Perang Aceh (1873-1912).

Peperangan di seluruh Nusantara itu baru berakhir dengan berakhirnya Perang Aceh. Jadi baru setelah tahun 1912, Belanda benar-benar menjajah seluruh wilayah yang kemudian menjadi wilayah Republik Indonesia (kecuali Timor Timur). Jangan lupa pula bahwa antara 1811-1816, Pemerintah Hindia Belanda sempat diselingi oleh pemerintahan interregnum (pengantara) Inggris di bawah Letnan Gubernur Thomas Stamford Raffles.

Saat-saat akhir

Pada 7 Desember 1941, Angkatan Udara Jepang di bawah pimpinan Laksamana Nagano melancarkan serangan mendadak ke pangkalan angkatan laut AS di Pearl Harbour, Hawaii. Akibat serangan itu kekuatan angkatan laut AS di Timur Jauh lumpuh. AS pun menyatakan perang terhadap Jepang. Demikian pula Belanda sebagai salah satu sekutu AS menyatakan perang terhadap Jepang.

Pada 18 Desember 1941, pukul 06.30, Gubernur Jenderal Hindia Belanda Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer melalui radio menyatakan perang terhadap Jepang. Pernyataan perang tersebut kemudian direspons oleh Jepang dengan menyatakan perang juga terhadap Pemerintah Hindia Belanda pada 1 Januari 1942. Setelah armada Sekutu dapat dihancurkan dalam pertempuran di Laut Jawa maka dengan mudah pasukan Jepang mendarat di beberapa tempat di pantai utara Pulau Jawa.

Pemerintah Kolonial Hindia Belanda memusatkan pertahanannya di sekitar pegunungan Bandung. Pada waktu itu kekuatan militer Hindia Belanda di Jawa berjumlah empat Divisi atau sekitar 40.000 prajurit termasuk pasukan Inggris, AS, dan Australia. Pasukan itu di bawah komando pasukan sekutu yang markas besarnya di Lembang dan Panglimanya ialah Letjen H. Ter Poorten dari Tentara Hindia Belanda (KNIL). Selanjutnya kedudukan Pemerintah Kolonial Belanda dipindahkan dari Batavia (Jakarta) ke Kota Bandung.

Pasukan Jepang yang mendarat di Eretan Wetan adalah Detasemen Syoji. Pada saat itu satu detasemen pimpinannya berkekuatan 5.000 prajurit yang khusus ditugasi untuk merebut Kota Bandung. Satu batalion bergerak ke arah selatan melalui Anjatan, satu batalion ke arah barat melalui Pamanukan, dan sebagian pasukan melalui Sungai Cipunagara. Batalion Wakamatsu dapat merebut lapangan terbang Kalijati tanpa perlawanan berarti dari Angkatan Udara Inggris yang menjaga lapangan terbang itu.

Pada 5 Maret 1942, seluruh detasemen tentara Jepang yang ada di Kalijati disiapkan untuk menggempur pertahanan Belanda di Ciater dan selanjutnya menyerbu Bandung. Akibat serbuan itu tentara Belanda dari Ciater mundur ke Lembang yang dijadikan benteng terakhir pertahanan Belanda.

Pada 6 Maret 1942, Panglima Angkatan Darat Belanda Letnan Jenderal Ter Poorten memerintahkan Komandan Pertahanan Bandung Mayor Jenderal J. J. Pesman agar tidak mengadakan pertempuran di Bandung dan menyarankan mengadakan perundingan mengenai penyerahan pasukan yang berada di garis Utara-Selatan yang melalui Purwakarta dan Sumedang. Menurut Jenderal Ter Poorten, Bandung pada saat itu padat oleh penduduk sipil, wanita, dan anak-anak, dan apabila terjadi pertempuran maka banyak dari mereka yang akan jadi korban.

Pada 7 Maret 1942 sore hari, Lembang jatuh ke tangan tentara Jepang. Mayjen J. J. Pesman mengirim utusan ke Lembang untuk merundingkan masalah itu. Kolonel Syoji menjawab bahwa untuk perundingan itu harus dilakukan di Gedung Isola (sekarang gedung Rektorat UPI Bandung). Sementara itu, Jenderal Imamura yang telah dihubungi Kolonel Syoji segera memerintahkan kepada bawahannya agar mengadakan kontak dengan Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer untuk mengadakan perundingan di Subang pada 8 Maret 1942 pagi. Akan tetapi, Letnan Jenderal Ter Poorten meminta Gubernur Jenderal agar usul itu ditolak.

Jenderal Imamura mengeluarkan peringatan bahwa "Bila pada 8 Maret 1942 pukul 10.00 pagi para pembesar Belanda belum juga berangkat ke Kalijati maka Bandung akan dibom sampai hancur." Sebagai bukti bahwa ancaman itu bukan sekadar gertakan, di atas Kota Bandung tampak pesawat-pesawat pembom Jepang dalam jumlah besar siap untuk melaksanakan tugasnya.

Melihat kenyataan itu, Letnan Jenderal Ter Poorten dan Gubernur Jenderal Tjarda beserta para pembesar tentara Belanda lainnya berangkat ke Kalijati sesuai dengan tanggal dan waktu yang telah ditentukan. Pada mulanya Jenderal Ter Poorten hanya bersedia menyampaikan kapitulasi Bandung. Namun, karena Jenderal Imamura menolak usulan itu dan akan melaksanakan ultimatumnya. Akhirnya, Letnan Jenderal Ter Poorten dan Gubernur Jenderal Tjarda menyerahkan seluruh wilayah Hindia Belanda kepada Jepang tanpa syarat. Keesokan harinya, 9 Maret 1942 pukul 08.00 dalam siaran radio Bandung, terdengar perintah Jenderal Ter Poorten kepada seluruh pasukannya untuk menghentikan segala peperangan dan melakukan kapitulasi tanpa syarat.

Itulah akhir kisah penjajahan Belanda. Setelah itu Jepang pun menduduki Indonesia hingga akhirnya merdeka 17 Agustus 1945. Jepang hanya berkuasa tiga tahun lima bulan delapan hari.

Analisis

Berdasarkan uraian di atas, kita bisa menghitung berapa lama sesungguhnya Indonesia dijajah Belanda. Kalau dihitung dari 1596 sampai 1942, jumlahnya 346 tahun. Namun, tahun 1596 itu Belanda baru datang sebagai pedagang. Itu pun gagal mendapat izin dagang. Tahun 1613-1645, Sultan Agung dari Mataram, adalah raja besar yang menguasai seluruh Jawa, kecuali Banten, Batavia, dan Blambangan. Jadi, tidak bisa dikatakan Belanda sudah menjajah Pulau Jawa (yang menjadi bagian Indonesia kemudian).

Selama seratus tahun dari mulai terbentuknya Hindia Belanda pascakeruntuhan VOC (dengan dipotong masa penjajahan Inggris selama 5 tahun), Belanda harus berusaha keras menaklukkan berbagai wilayah di Nusantara hingga terciptanya Pax Neerlandica. Namun, demikian hingga akhir abad ke-19, beberapa kerajaan di Bali, dan awal abad ke-20, beberapa kerajaan di Nusa Tenggara Timur, masih mengadakan perjanjian sebagai negara bebas (secara hukum internasional) dengan Belanda. Jangan pula dilupakan hingga sekarang Aceh menolak disamakan dengan Jawa karena hingga 1912 Aceh adalah kerajaan yang masih berdaulat. Orang Aceh hanya mau mengakui mereka dijajah 33 tahun saja.

Kesimpulan menurut saya

Para founding father kita bilang bahwa wilayah Indonesia adalah seluruh wilayah bekas jajahan Belanda, itu makanya Papua nugini dan Timor leste gak termasuk karena bukan jajahan Belanda.
Yang lebih ironis, saya berpikir bahwa sebenarnya Belanda-lah yang membentuk dan menyatukan seluruh pulau menjadi NKRI, bayangkan kalau Belanda hanya menjajah pulau Jawa?atau Kalimantan?atau Sulawesi?berarti wilayah Indonesia hanya pulau Jawa, Kalimantan atau Sulawesi saja?Jadi kalau dihubungkan dengan takdir, apakah penjajahan memang sudah rencana Tuhan untuk Indonesia?terserah anda, saya hanya percaya Tuhan sudah punya skrip matang untuk masing2 negara di dunia yang masing-masing berbeda ending pula.



Sumber : Disini, percayalah bahwa sumber yang saya cantumkan cukup bisa dipercaya karena sumber asli tulisan ini sudah tidak bisa saya temukan
Read More..