Kamis, 20 Oktober 2011

Tokoh Koperasi peraih Nobel

Prof. Muhammad Yunus saat di Indonesia



Biografi singkat
Muhammad Yunus lahir pada tahun 1940 di Chittagong, adalah seorang bankir dari Bangladesh yang mengembangkan konsep kredit mikro, yaitu pengembangan pinjaman skala kecil untuk usahawan miskin yang tidak mampu meminjam dari bank umum. Yunus mengimplementasikan gagasan ini dengan mendirikan Grameen Bank. Ia juga memenangkan Hadiah Budaya Asia Fukuoka XII 2001.
Ia terpilih sebagai penerima Penghargaan Perdamaian Nobel (bersama dengan Grameen Bank) pada tahun 2006.

Yunus belajar di Chittagong Collegiate School dan Chittagong College. Kemudian ia melanjutkan ke jenjang Ph.D. di bidang ekonomi di Universitas Vanderbilt pada tahun 1969. Selesai kuliah, ia bekerja di Universitas Chittagong sebagai dosen di bidang ekonomi. Saat Bangladesh mengalami bencana kelaparan pada tahun 1974, Yunus terjun langsung memerangi kemiskinan dengan cara memberikan pinjaman skala kecil kepada mereka yang sangat membutuhkannya. Ia yakin bahwa pinjaman yang sangat kecil tersebut dapat membuat perubahan yang besar terhadap kemampuan kaum miskin untuk bertahan hidup.

Pada tahun 1976, Yunus mendirikan Grameen Bank yang memberi pinjaman pada kaum miskin di Bangladesh. Hinggal saat ini, Grameen Bank telah menyalurkan pinjaman lebih dari 3 miliar dolar ke sekitar 2,4 juta peminjam. Untuk menjamin pembayaran utang, Grameen Bank menggunakan sistem “kelompok solidaritas”. Kelompok-kelompok ini mengajukan permohonan pinjaman bersama-sama, dan setiap anggotanya berfungsi sebagai penjamin anggota lainnya, sehingga mereka dapat berkembang bersama-sama.


Keberhasilan model Grameen ini telah menginspirasikan model serupa dikembangkan di dunia berkembang lainnya, dan bahkan termasuk di negara maju seperti Amerika Serikat. Impiannya disampaikan lewat kata-kata yang sangat terkenal yaitu, “Suatu hari cucu-cucu kita akan harus pergi ke museum untuk melihat seperti apa itu kemiskinan,” seperti dikutip di “The Independent”, pada 5 Mai 1996 silam.


Ekonom asal Bangladesh tersebut, semula namanya tidak terlalu dikenal. Bahkan, ketika ribut-ribut siapa calon peraih Nobel Perdamaian 2006, media lebih banyak menyebut nama-nama seperti Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, mantan Presiden Finlandia Martti Ahtisaari, serta mediator perdamaian yang juga mantan Menlu Australia Gareth Evans.

Namun, pada Jumat (13/10), Komite Nobel di Oslo, memilih lelaki yang berusia 56 tahun itu, sebagai pemenang Nobel Perdamaian 2006. Namanya kini menjadi terkenal di seantero dunia atas keberhasilannya meraih penghargaan bergengsi tersebut.

Bedanya, dia bukanlah cerita tetapi kenyataan dan dia tidaklah mencuri, tetapi menggunakan kekayaan yang dimilikinya untuk membantu masyarakat miskin, yang menjadi bagian terbesar di negaranya. Melalui bank miliknya yakni Grameen Bank, sejak tahun 1976 dia menciptakan sistem baru perbankan dengan memberikan pinjaman kepada masyarakat miskin di Bangladesh, khususnya kaum wanita, tanpa jaminan.

Atas upayanya mengentaskan kemiskinan di negaranya tersebut, dia digelari sebagai "Banker of The Poor" (bankir untuk kaum miskin).

Dia menciptakan kredit mikro, suatu sistem yang kemudian dicontoh di seluruh dunia. Muhammad Yunus yakin, dia bisa menghapuskan kemiskinan dari muka bumi. Sebuah keyakinan yang sempat dijadikan bahan cibiran oleh banyak orang. Tapi kini, dia membuktikannya. Metode yang dia terapkan telah diakui bisa menghapuskan kemiskinan di banyak tempat.

Kerjanya dimulai di Bangladesh, negara yang sarat dengan kemiskinan. Dia mencari dan mencoba berbagai metode, sampai akhirnya berkesimpulan, rakyat kecil haruslah diberi kredit yang sangat ringan, agar mereka bisa memiliki modal untuk menjalankan usaha. "Di Bangladesh, di mana tidak ada lapangan kerja dan tidak ada listrik, kredit mikro berjalan seperti jam kerja," katanya.

Yang betul-betul luar biasa dari Yunus bukanlah keajaiban idenya. Tetapi sebuah kenyataan bahwa Yunus bekerja selama dua puluh tahun, nyaris tanpa dikenal namanya, tapi idenya dipakai oleh para pembuat kebijakan di seluruh dunia.

Mantan Presiden AS Bill Clinton pernah berkata bahwa Yunus berhak mendapatkan Nobel Perdamaian. Seraya mengatakan, apa yang telah dilakukannya di Bangladesh bisa dijadikan model untuk membangun kembali perekonomian kota-kota di wilayah Amerika.

Setelah namanya disebut Clinton, Yunus ditarik oleh Bank Dunia dan dijadikan sebagai kepala komite penasihat lembaga keuangan dunia itu, untuk menyebarkan idenya ke seluruh dunia. Dia juga memenangkan banyak penghargaan dan pengakuan. Dia masuk dalam 25 orang Asia paling berpengaruh versi majalah Asia Week, diagung-agungkan oleh The New York Times sebagai bintang Konferensi Perempuan PBB tahun lalu.

Kini, Komite Nobel menganugerahkan penghargaan bagi Yunus dan Grameen Bank karena upayanya menghasilkan pembangunan sosial dan ekonomi.

"Kedamaian abadi tidak dapat dicapai kecuali kalau kelompok besar masyarakat dapat menemukan jalan untuk melepaskan diri dari kemiskinan. Kredit mikro adalah salah satu jalannya. Pembangunan dari bawah juga mendukung kemajuan demokrasi dan penghargaan terhadap hak asasi manusia," demikian salah satu penyatakan panitia Nobel.

Yunus meyakinkan kaum perempuan bahwa mereka dapat lepas dari kemiskinan dengan mengambil kredit mikro dan memulai bisnis kecil-kecilan. Para peminjam ini kemudian membelanjakan uangnya untuk membeli sapi guna diambil susunya, membeli ayam untuk memulai bisnis telur, atau membelikan telefon seluler bagi kepentingan usaha masyarakat yang jauh dari jangkauan telefon kabel.

Grameen Bank yang dijalankan oleh Yayasan Grameen, kini melayani 6,1 juta nasabah. Yayasan Grameen didirikan tahun 1997 dan memiliki jaringan global dengan 52 rekanan di 22 negara. Mereka telah membantu sekitar 11 juta orang di Asia, Afrika, Amerika, dan Timur Tengah.

Pembaharu pedesaan

Gerakan Grameen ciptaan Profesor Muhammad Yunus, dinilai sebagai karya revolusioner. Idenya menggabungkan kapitalisme dan tanggung jawab sosial, telah mengubah wajah ekonomi pedesaan menuju kemajuan sosial.

Muhammad Yunus telah menghasilkan berbagai program inovasi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat miskin di pedesaan. Pada tahun 1974, dia berhasil menemukan ide "Gram Sarker" sebagai bentuk pemerintahan lokal yang didasarkan atas partisipasi masyarakat pedesaan. Konsep ini terbukti berhasil dan diadopsi oleh pemerintah Bangladesh tahun 1980.

Pada tahun 1978, dia menerima penghargaan ”Tebhaga Khamar” dari Presiden Bangladesh. Penghargaan ini diberikan atas karyanya menciptakan sistem kerja sama dalam bidang pertanian di Bangladesh, yang kemudian diadopsi sebagai program nasional pada tahun 1977.

Prof. Yunus menerima gelar Ph.D bidang ekonomi pada tahun 1969 dari Universitas Vandebilt. Setahun kemudian, dia menjadi asisten profesor bidang ekonomi di Middle Tennessee State University, AS, sebelum akhirnya kembali ke Bangladesh untuk bergabung dengan Fakultas Ekonomi Chittaong University.

Dia juga pernah terlibat dalam berbagai organisasi internasional. Sekjen PBB pernah menunjuk Yunus untuk duduk dalam lembaga penasihat internasional, pada konferensi internasional yang membahas tentang perempuan yang berlangsung di Beijing tahun 1993. Dia juga pernah aktif dalam Komisi Global Kesehatan Wanita (1993-1995), Dewan Penasihat Pengembangan Ekonomi (1993-sampai sekarang), dan masuk dalam jajaran pakar PBB untuk urusan perempuan dan keuangan.

Adapun penghargaan internasional yang pernah diterimanya adalah Penghargaan Ramon Magsaysay (1984), Penghargaan Aga Khan untuk bidang arsitektur (1989), Penghargaan Mohamed Shabdeen untuk bidang ilmu pengetahuan (1993), dan Penghargaan "World Food" dari Lembaga Pangan Dunia (FAO) tahun 1994.

Sedangkan penghargaan nasional yang pernah diterimanya adalah penghargaan dari Presiden Bangladesh (1978), Central Bank Award (1985), dan Penghargaan Hari Kemerdekaan (1987), yang merupakan penghargaan tertinggi di Bangladesh.


WOW!beliau memang sosok Impian, bolehkah saya bermimpi kalau saja orang ini orang Indonesia?tentu saja!ini kan tulisan saya.


Sebenarnya masih banyak yang bisa dijelaskan dari sosok sederhana beliau, tapi berhubung beliau banyak sekali dapat penghargaan, dan bahkan CV-nya beliau kalau dipajang di blog ini bisa panjang banget. Ada baiknya anda lihat di bagian sumber karena nanti saya akan memberi website pribadinya dimana anda bisa melihat sampai puas.sekian



Sumber : Disini

                Disini
                Disini

0 komentar:

Posting Komentar